Harianjogja.com, JOGJA— Jorge Martin harus menghadapi persoalan serius setelah peluangnya memenangi MotoGP San Marino 2026 di Sirkuit Misano, Minggu (13/9/2026), buyar akibat masalah arm pump. Pebalap Aprilia itu bahkan mulai mempertimbangkan operasi setelah MotoGP Austria pekan depan.
Martin sempat berada di posisi terbaik untuk meraih kemenangan. Setelah rekan setimnya, Marco Bezzecchi, yang memulai balapan dari pole position terjatuh pada lap pertama, Martin mampu mengikuti Marc Marquez sebelum mengambil alih posisi terdepan.
Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan hingga akhir. Masalah pada lengannya membuat kecepatan Martin turun drastis dan ia akhirnya menyelesaikan balapan di posisi kelima, terpaut sekitar 14 detik dari Marquez yang keluar sebagai pemenang.
Martin Sempat Kuasai Balapan
Martin mengikuti Marquez pada fase awal balapan 27 lap tersebut. Pada lap kedelapan, pebalap Spanyol itu berhasil menyalip Marquez dan mengambil alih posisi pertama.
Kecepatan Martin bahkan membuatnya mampu membuka jarak hingga sekitar 0,8 detik. Saat itu, peluang Aprilia untuk meraih kemenangan di Misano terlihat terbuka setelah Bezzecchi lebih dahulu tersingkir dari persaingan.
Situasi kemudian berubah menjelang pertengahan balapan. Martin mulai kehilangan kecepatan secara tiba-tiba dan kesulitan mempertahankan ritmenya. Ia kehilangan hampir satu detik setiap lap dari Marquez hingga posisinya terus merosot.
“Saya mempunyai masalah besar dengan arm pump saya. Sangat disayangkan, saya pikir kami kehilangan peluang besar hari ini. Saya merasa sangat baik,” ujar Martin, dikutip dari Motorsport.com, Senin (14/9/2026).
Martin mengatakan dirinya sebenarnya mampu mengawali balapan dengan sangat baik. Ia sempat memperkirakan Marquez akan menjauh, tetapi justru mampu mengejar hingga akhirnya merebut posisi terdepan.
“Saya memulai dengan cara yang hebat. Saya pikir Marc akan menjauh tetapi kemudian saya mengejarnya lagi dan saya memimpin. Setelah itu, saya malah menjauh. Saya merasa dalam kecepatan yang baik, tidak mendorong seperti orang gila dan masih menarik diri,” kata Martin.
Masalah kemudian muncul ketika ia mulai mengalami kesulitan saat pengereman dan membuka gas. Kondisi tersebut semakin buruk dari lap ke lap hingga Martin merasa tidak lagi mampu mengendalikan motornya sesuai keinginannya.
Arm Pump Sudah Terasa Sejak Jumat
Masalah yang mengganggu Martin di balapan utama ternyata bukan muncul secara tiba-tiba. Ia mengaku sudah merasakan gangguan pada lengannya sejak sesi latihan Jumat di Misano.
Martin menyebut persoalan tersebut bukan sesuatu yang benar-benar asing baginya ketika tampil di Misano. Biasanya, ia mampu memulihkan kondisi dengan cepat dan merasa lebih baik pada hari berikutnya.
“Pada hari Jumat, saya mencoba sedikit dengan pompa udara, tapi biasanya hal ini terjadi di Misano pada hari Jumat. Biasanya, saya pulih dengan sangat baik, kemudian saya beradaptasi dan keesokan harinya saya merasa lebih baik. Kemarin saya sedikit berada di batasnya tetapi tidak apa-apa untuk sprint,” ujar Martin.
Masalah yang masih dapat ditoleransi saat sprint kemudian berkembang menjadi persoalan jauh lebih besar pada balapan utama. Martin bahkan harus berusaha mengendalikan motor ketika kemampuan pengereman dan membuka gas mulai terganggu.
“Hari ini, saya memikirkan hal ini dan saya mencoba untuk membalap dengan sangat lancar. Ini adalah trek di mana kami semua kesulitan dengan pompa udaranya, tetapi bagi saya, itu benar-benar diblokir. Saya tidak bisa berbuat apa-apa. Semua orang menyalip saya dari posisi 5 hingga 6 karena saya bahkan tidak bisa membuka gas,” kata Martin.
Operasi Jadi Pilihan Setelah MotoGP Austria
Persoalan arm pump tersebut kini tidak hanya menyangkut satu balapan. Martin harus menentukan apakah perlu menjalani operasi di tengah ketatnya persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026.
Setelah MotoGP San Marino, Marc Marquez menyamai perolehan poin Martin di puncak klasemen. **Bezzecchi berada di posisi ketiga dengan selisih 33 poin dari dua pemuncak tersebut.**
Dengan masih adanya delapan putaran dalam sekitar sembilan pekan hingga musim berakhir, keputusan operasi menjadi tidak sederhana. Martin harus mempertimbangkan waktu pemulihan sekaligus kebutuhan untuk tetap tampil dalam rangkaian balapan yang tersisa.
“Sekarang kami tidak punya waktu untuk melakukan apa pun. Saya harus pulih dengan baik dan mencoba fokus di Austria tetapi kami perlu memahami apa yang harus dilakukan setelah Austria apakah saya harus menjalani operasi atau tidak,” ujar Martin.
“Banyak balapan yang harus dilakukan bersama-sama, jadi saya tidak tahu apakah pilihan terbaik adalah menjalani operasi atau tidak. Ini adalah hal-hal yang tidak dapat saya kendalikan,” kata Martin.
“Sekarang saya mempunyai tanda tanya di lengan saya. Saya pikir di Austria hal itu tidak akan menjadi masalah, tetapi saya tidak tahu.”
Martin berharap kondisi lengannya tidak kembali bermasalah ketika tampil di Red Bull Ring. Jika balapan di Austria berjalan tanpa kendala, ia masih membuka kemungkinan untuk melanjutkan musim tanpa operasi. Namun, Martin juga menyadari persoalan tersebut bisa kembali muncul pada seri berikutnya.
“Di Austria, jika berjalan dengan lancar, mungkin saja saya tidak perlu melakukan operasi,” kata Martin.
Situasi tersebut membuat MotoGP Austria bukan hanya menjadi kesempatan Martin untuk menjaga persaingan di klasemen, tetapi juga menjadi ujian penting terhadap kondisi lengannya sebelum ia dan tim menentukan langkah berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

















































