Harianjogja.com, JOGJA—Senin (14/9/2026) bukan sekadar awal pekan bagi masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejumlah agenda seni, budaya, literasi, hingga layanan kesehatan dijadwalkan berlangsung di Sleman dan Kota Jogja, sehingga masyarakat memiliki beberapa pilihan kegiatan untuk mengisi hari.
Dua agenda yang menjadi perhatian adalah Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2026 di Sleman dan Festival Literasi & Arsip Kota Jogja 2026. Selain itu, ada pula program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menyasar pekerja seni, pelaku budaya, dan masyarakat umum.
Sleman Day Buka Rangkaian FKY 2026 Hari Kedua
Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2026 memasuki hari kedua pada Senin. Mengusung tajuk “AKSARA”, FKY berlangsung 13-19 September 2026 di Sleman dengan rangkaian pertunjukan yang berganti setiap hari berdasarkan wilayah.
Pada 14 September, giliran Sleman Day menjadi bagian utama panggung budaya. Agenda tersebut menghadirkan pertunjukan seni tradisional dan kontemporer mulai sore hingga malam hari.
Rangkaian pertunjukan dimulai pukul 15.00 WIB melalui Srandul: Dadung Awuk yang dibawakan Paguyuban Budaya Sedya Rukun. Setengah jam kemudian, pengunjung dapat menyaksikan Kesenian Badui dari Paguyuban Badui Siswo Laras Mudo.
Pertunjukan berlanjut pukul 16.30 WIB dengan Reog Jathilan Kudho Wiromo. Setelah jeda aktivitas pasar, panggung kembali diisi Drama Musikal Sisi Lain Rara Jonggrang oleh Sanggar Seni Ranjana pada pukul 17.45 WIB.
Memasuki malam, penampilan seniman kolaborator dijadwalkan mulai pukul 19.00 WIB. Komunitas Kethoprak Sleman kemudian tampil pukul 20.00 WIB, sebelum rangkaian Sleman Day ditutup Komunitas PIPISI pada pukul 21.00-22.15 WIB.
FKY 2026 mengangkat tema besar Bahasa dengan tajuk “AKSARA”. Tema tersebut mengajak masyarakat melihat bahasa lebih luas, termasuk sebagai pintu untuk memahami identitas, sejarah, nilai, pengetahuan, serta perubahan sosial di Jogja.
Festival Literasi dan Arsip Berlangsung Tiga Hari
Pilihan kegiatan lain berada di Kota Jogja melalui Festival Literasi & Arsip Kota Jogja 2026. Festival tersebut berlangsung pada 14-16 September 2026 di Perpustakaan Kota Jogja dalam rangka memperingati HUT Kota Jogja ke-270.
Kegiatan tahun ini membawa tema “Perpustakaan untuk Semua: Menjelajah Pengetahuan, Mewujudkan Masa Depan”. Rangkaian acara dirancang untuk memperkenalkan perpustakaan sebagai ruang publik yang dapat digunakan untuk belajar, berdiskusi, berkarya, dan mengeksplorasi pengetahuan.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jogja, Afia Rosdiana, mengatakan festival tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengubah pandangan masyarakat terhadap perpustakaan.
“Kami ingin mematahkan anggapan bahwa perpustakaan itu kuno dan membosankan. Melalui festival ini, kami menghadirkan pengalaman yang relevan dengan kebutuhan zaman mulai dari diskusi tentang kecerdasan buatan hingga pelatihan menjadi content creator. Perpustakaan adalah ruang bagi siapa saja yang ingin terus belajar dan tumbuh.”
Pada hari pertama, agenda diisi pembukaan, Parade Dongeng, dan talkshow bertema “Teacher Librarian: Menghidupkan Perpustakaan, Menguatkan Pembelajaran, Membangun Generasi Literat.” Ada pula Puskot Cinema serta workshop “Menjadi Content Creator Kreatif, Inspiratif, dan Bertanggung Jawab”.
Pengunjung juga dapat melihat sejumlah pameran yang berlangsung selama festival, yakni Pameran Arsip “Jogja Masa Lalu”, Pameran Lapak Literasi, dan Pameran Buku.
Festival Literasi & Arsip tidak berhenti pada agenda 14 September. Pada 15 September, kegiatan berlanjut dengan diskusi buku “Literasi di Era Kecerdasan Buatan”, Parade Dongeng, Puskot Cinema, serta workshop public speaking “Voice Your Future: Public Speaking untuk Generasi Berprestasi”.
Sementara pada 16 September, agenda penutup mencakup Parade Dongeng, Podcast Duta Baca Pelajar, Jagongan Gantari, Puskot Cinema, Kalista, dan penutupan. Seluruh rangkaian tersebut terbuka untuk masyarakat Kota Jogja dan sekitarnya secara gratis, meski beberapa kegiatan dengan kapasitas terbatas mengharuskan peserta melakukan pendaftaran terlebih dahulu.
Ada Cek Kesehatan Gratis di Sleman
Masyarakat yang terlibat dalam kegiatan seni dan budaya juga mendapat pilihan layanan kesehatan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni 14-15 September 2026.
Layanan tersebut ditempatkan di Unit Pelaksana Teknis Daerah Public Safety Center Sleman Emergency Service (PSC SES) Kabupaten Sleman. Sasaran program mencapai sekitar 300 pekerja seni, pelaku budaya, dan masyarakat umum.
Pelaksanaan CKG menjadi bagian dari rangkaian FKY 2026 sekaligus upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang berkaitan dengan kegiatan kebudayaan. Kemenko PMK menyebut persiapan program melibatkan koordinasi lintas sektor agar sumber daya, logistik, serta layanan kesehatan dapat berjalan optimal.
Pilihan Agenda Jogja pada Senin 14 September
Dengan berlangsungnya tiga agenda tersebut, masyarakat memiliki pilihan kegiatan yang berbeda pada awal pekan. FKY menawarkan pertunjukan seni dan budaya hingga malam, Festival Literasi & Arsip menghadirkan kegiatan yang berkaitan dengan buku, arsip, dan perkembangan literasi, sedangkan CKG menyediakan akses pemeriksaan kesehatan bagi sasaran program.
Bagi masyarakat yang ingin menghadiri agenda tersebut, informasi teknis dari penyelenggara tetap perlu diperiksa sebelum berangkat. Jadwal pertunjukan dan kegiatan lapangan dapat mengalami penyesuaian sesuai kebutuhan teknis pelaksanaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

















































