Jenderal Listyo Sebut Polri Ideal di Bawah Presiden daripada Kementerian

1 month ago 25

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut, Polri lebih ideal berada di bawah Presiden. Dalam rapat kerja Komisi III DPR RI bersama Kapolri dan Kapolda seluruh Indonesia di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026), Listyo menyebut, Polri dihadapkan dengan geografis Indonesia yang begitu luas dan jumlah masyarakat yang banyak.

"Kita memiliki 17.380 pulau dan apabila dibentangkan sebagaimana disampaikan oleh Bapak Presiden, luas kita setara dari London sampai Moskow," katanya.

Dengan posisi seperti itu, menurut Listyo, akan sangat ideal apabila Polri tetap berada langsung di bawah RI 1. Sehingga kepolisian akan lebih maksimal dan lebih fleksibel dalam melaksanakan tugasnya. Menurut Listyo, kelembagaan Polri telah melalui berbagai perkembangan.

Polri, kata dia, pernah berada di bawah kementerian, di bawah perdana menteri, dan tergabung dalam ABRI bersama TNI dengan tugas dan pendekatan yang lebih militeristik. Kemudian pascareformasi 1998, sambung dia, Polri terpisah dari TNI.

Menurut Listyo, pemisahan itu menjadi momentum untuk membangun ulang doktrin, struktur akuntabilitas dan mekanis, serta mempersiapkan diri untuk terus menuju peta jalan menjadi civilian police. Hal itu yang membedakan Polri dan TNI.

"Polri memiliki doktrin to serve and protect dengan doktrin tata tentrem kerta raharja (keadaan tentram, tertib, dan sejahtera), bukan to kill and destroy. Tentulah ini yang membedakan antara TNI dan Polri," ucapnya.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|