Jembatan Trisik Kulonprogo Rampung, Bus Pariwisata Kini Bisa Melintas

4 hours ago 4

Jembatan Trisik Kulonprogo Rampung, Bus Pariwisata Kini Bisa Melintas

Sebuah mobil SUV putih melintasi Jembatan Trisik di Kulonprogo pada Rabu (5/8/2026) sore. Jembatan Trisik yang juga dikenal Jembatan Nglinggan ini baru selesai dibangun akhir Juli lalu. Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program Inpres Jalan Daerah (IJD) yang bertujuan meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas wilayah di Kulonprogo, terutama menuju kawasan wisata pantai selatan. /Harian Jogja-Khairul Ma'arif.

Harianjogja.com, KULONPROGO—Penantian masyarakat pesisir Kalurahan Banaran, Kapanewon Galur, Kabupaten Kulonprogo selama 15 tahun akhirnya terwujud.

Jembatan Trisik yang menjadi akses utama menuju kawasan Pantai Trisik kini telah rampung 100 persen dan resmi dibuka untuk lalu lintas umum sejak 25 Juli 2026. Kehadiran jembatan baru tersebut tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga mulai mendorong peningkatan kunjungan wisata sekaligus mempermudah distribusi hasil pertanian masyarakat.

Jembatan yang sebelumnya lama dinantikan itu kini mampu dilintasi kendaraan bertonase besar, termasuk bus pariwisata yang sebelumnya belum dapat mencapai kawasan Pantai Trisik secara langsung.

Usulan Warga Selama 15 Tahun Akhirnya Terwujud

Dukuh Trisik, Jaka Samudra, mengatakan pembangunan Jembatan Trisik menjadi kabar yang paling dinantikan masyarakat. Selama bertahun-tahun warga terus mengusulkan pembangunan jembatan hingga akhirnya terealisasi pada tahun ini.

"Ya alhamdulillah, selama 15 tahun kami mengusulkan tiap tahun akhirnya terkabul. Masyarakat sangat senang. Apalagi jembatan ini istimewa pembangunannya karena kami dari unsur warga bisa ikut mengawasi langsung di lapangan. Kualitas pembangunannya luar biasa," ujar Jaka Samudra saat dikonfirmasi, Rabu (5/8/2026).

Jembatan yang juga dikenal sebagai Jembatan Nglinggo itu memiliki panjang bentang sekitar 48 meter dengan lebar 8 hingga 9 meter. Infrastruktur tersebut dirancang mampu menampung kendaraan bertonase besar dengan total anggaran pembangunan beserta pekerjaan penunjangnya mencapai sekitar Rp13 miliar lebih.

Struktur Diperkuat untuk Hadapi Gelombang dan Abrasi

Jaka menjelaskan, selama proses pembangunan terjadi perubahan pada desain struktur pondasi. Semula jembatan hanya direncanakan menggunakan empat tiang pancang, namun dalam pelaksanaannya jumlah tersebut ditambah menjadi 12 tiang pancang.

Penambahan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kekuatan konstruksi menghadapi potensi gelombang laut maupun abrasi yang kerap terjadi di kawasan pesisir selatan Kulonprogo.

Selain pembangunan jembatan, paket pekerjaan juga mencakup peningkatan kualitas akses jalan menuju lokasi. Ruas jalan dari persimpangan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) menuju Jembatan Trisik diaspal ulang sekaligus diperlebar.

"Yang semula hanya selebar 4 meter kini meluas menjadi 6 meter," lanjut Jaka.

Bus Pariwisata Kini Langsung Menuju Pantai Trisik

Beroperasinya Jembatan Trisik langsung memberikan dampak terhadap sektor pariwisata. Jalan yang lebih lebar dan jembatan yang lebih kokoh membuat bus pariwisata berukuran besar kini dapat melintas langsung menuju kawasan Pantai Trisik.

Menurut Jaka, kondisi tersebut belum pernah terjadi sebelumnya dan mulai meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke kawasan pesisir.

"Sejak minggu kemarin kunjungan wisatawan mulai ramai, terutama saat akhir pekan Sabtu dan Minggu. Bus-bus pariwisata besar sekarang sudah bisa masuk langsung lewat jembatan. Tingkat kunjungan diperkirakan sudah naik sekitar 50 sampai 60 persen," tutur Jaka.

Keberadaan jembatan juga menghadirkan daya tarik baru bagi wisatawan. Pada sore hari, kawasan jembatan ramai dikunjungi masyarakat yang berswafoto, sementara jalur tersebut juga menjadi lintasan favorit rombongan pesepeda dari arah Banaran menuju kawasan pantai.

Petani Tak Lagi Harus Memutar Jalan

Selain menopang sektor pariwisata, manfaat Jembatan Trisik juga dirasakan para petani di sekitar kawasan pesisir. Sebelum jembatan selesai dibangun, warga harus memutar perjalanan lebih jauh ketika mengangkut hasil pertanian.

"Bukan cuman pariwasata yang berdampak tetapi petani kami jadi lebih enak jalannya karena sebelum jembatan trisik rampung dalam mengangkut hasil pertanian harus jalan memutar lebih jauh sekitar dua kilomter," tutur Jaka.

Dengan akses yang kini lebih dekat, distribusi hasil pertanian diharapkan menjadi lebih efisien sekaligus mengurangi waktu tempuh masyarakat.

Pembangunan Menjadi Kewenangan Pemerintah Pusat

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kulonprogo, Didik Wijanarto, menjelaskan pembangunan Jembatan Trisik merupakan kewenangan pemerintah pusat sehingga pelaksanaan proyek tersebut sepenuhnya ditangani oleh instansi terkait di tingkat pusat.

"Lah itu pekerjaan dari pusat pelaksana juga pusat," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|