JBBA 2026, Saatnya Dunia Usaha Berandil Cetak Talenta Masa Depan

5 hours ago 3

JBBA 2026, Saatnya Dunia Usaha Berandil Cetak Talenta Masa Depan

Tenaga Kerja - Ilustrasi/Freepik

JOGJA—Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dan perubahan lanskap dunia kerja, dunia usaha dituntut mengambil peran yang lebih luas daripada sekadar mengejar keuntungan.

Perusahaan, korporasi, lembaga, hingga pelaku bisnis kini diharapkan mampu menjadi bagian dari ekosistem pengembangan sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Peran tersebut menjadi salah satu perhatian utama dalam Jogja Brand and Business Award (JBBA) 2026. Melalui tema Smartly Cultured, Sustainably Driven yang diangkat tahun ini, JBBA menyoroti berbagai perusahaan dan institusi yang tidak hanya menunjukkan kinerja bisnis yang baik, tetapi juga memiliki komitmen dalam mencetak talenta yang adaptif, kreatif, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Anggota Tim Riset JBBA 2026, Nugroho Nurcahyo, mengatakan transformasi dunia kerja telah melahirkan berbagai profesi baru yang belum banyak dikenal beberapa tahun lalu. Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang fleksibel dan memiliki kemampuan belajar berkelanjutan menjadi semakin penting.

“Perusahaan saat ini tidak cukup hanya berorientasi pada profit. Ada tanggung jawab yang semakin besar untuk ikut menyiapkan generasi yang mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi dan kebutuhan industri yang berkembang sangat cepat,” ujarnya, Selasa (23/6).

Menurut Nugroho, sejumlah perusahaan mulai menunjukkan kesadaran tersebut melalui berbagai program pengembangan kompetensi, mulai dari pelatihan digital, inkubasi inovasi, penguatan budaya kerja kolaboratif, hingga kemitraan dengan sekolah, perguruan tinggi, dan komunitas.

Langkah tersebut dinilai penting karena proses pembentukan talenta tidak sepenuhnya dapat dibebankan kepada dunia pendidikan formal. Dunia usaha memiliki posisi strategis untuk menjembatani kebutuhan industri dengan kompetensi yang harus dimiliki generasi muda. “Perusahaan yang mampu bertahan dan berkembang di masa depan adalah perusahaan yang berinvestasi pada manusia,” katanya.

Dampak Jangka Panjang

Lebih lanjut, Nugroho menjelaskan bahwa investasi pada sumber daya manusia (SDM) juga memberikan dampak jangka panjang terhadap daya saing daerah. Ketika semakin banyak perusahaan berkontribusi dalam pengembangan keterampilan dan kapasitas masyarakat, maka ekosistem ekonomi yang lebih sehat dan berkelanjutan akan terbentuk.

Karena itu, dalam proses penilaian JBBA 2026, aspek kontribusi terhadap pengembangan SDM menjadi salah satu indikator yang mendapat perhatian khusus. Tim riset menilai bahwa keberhasilan sebuah brand atau institusi tidak semata-mata diukur dari pencapaian bisnis, tetapi juga dari kemampuannya menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Melalui apresiasi tersebut, Nugroho berharap nantinya kian banyak pelaku usaha, khususnya di DIY yang menjadikan pengembangan talenta sebagai bagian dari strategi bisnis sekaligus kontribusi nyata dalam membangun daya saing daerah di era transformasi digital. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|