Jargas Diklaim Bantu Rumah Tangga Hemat Rp50.000-Rp80.000 per Bulan

3 hours ago 3

Jargas Diklaim Bantu Rumah Tangga Hemat Rp50.000-Rp80.000 per Bulan

Jaringan gas. - Foto ilustrasi Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah terus mendorong pengembangan Jaringan Gas Bumi (Jargas) untuk rumah tangga sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional. Selain mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG, program tersebut juga diklaim mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat berupa kemudahan penggunaan, keamanan, serta potensi penghematan biaya energi hingga Rp900.000 per tahun.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengatakan pelanggan Jargas memperoleh pasokan gas secara langsung melalui jaringan pipa sehingga tidak lagi perlu membeli, mengangkat, maupun mengganti tabung LPG.

Pembayaran Disesuaikan dengan Pemakaian

Qodari menjelaskan sistem Jargas memungkinkan masyarakat menggunakan gas sesuai kebutuhan. Biaya yang dibayarkan dihitung berdasarkan volume pemakaian yang tercatat pada meter gas.

Menurutnya, harga gas melalui Jargas juga relatif lebih stabil karena tidak bergantung pada distribusi tabung LPG. Kondisi tersebut sekaligus dapat mengurangi potensi kelangkaan LPG di tingkat pengecer.

"Pemerintah menjamin keamanan Jargas melalui penggunaan peralatan berstandar, pengujian kebocoran, pemeriksaan teknis, dan pemeliharaan secara berkala," ujar Qodari dalam konferensi pers Update Program Prioritas/PHTC serta Percepatan Fase Pemulihan Permanen Pascabencana Sumatra di Gedung Bakom, Rabu (5/8/2026).

Berpotensi Hemat hingga Rp900.000 per Tahun

Dari sisi ekonomi, Qodari menyebut penggunaan Jargas dapat membantu menekan pengeluaran rumah tangga.

Dengan asumsi konsumsi tiga tabung LPG 3 kilogram per bulan dan tarif Jargas sekitar Rp4.000 per meter kubik, rumah tangga diperkirakan dapat menghemat sekitar Rp50.000 hingga Rp80.000 setiap bulan.

Jika dihitung dalam setahun, potensi penghematan tersebut mencapai sekitar Rp600.000 hingga Rp900.000, bergantung pada tarif Jargas maupun harga LPG di masing-masing daerah.

Kurangi Ketergantungan Impor LPG

Qodari menegaskan pemerintah akan terus memperluas pembangunan jaringan gas rumah tangga sebagai bagian dari strategi diversifikasi energi nasional.

Program tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG sekaligus meningkatkan kemandirian energi.

“Pemerintah berharap program Jargas semakin memberikan manfaat bagi masyarakat melalui penyediaan energi yang lebih praktis, aman, efisien, serta mampu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional,” tandas Qodari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|