Jalan Klangon-Tempel Rusak, Dampak Mobilisasi Proyek Tol Jogja-Bawen

3 hours ago 2

Jalan Klangon-Tempel Rusak, Dampak Mobilisasi Proyek Tol Jogja-Bawen Foto ilustrasi. - Ist/Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Kerusakan Jalan Klangon–Tempel di Kapanewon Minggir, Kabupaten Sleman, diduga berkaitan dengan mobilitas kendaraan berat yang terlibat dalam pembangunan Tol Yogyakarta–Bawen. Ruas jalan provinsi tersebut hingga kini masih digunakan sebagai jalur keluar-masuk kendaraan proyek sehingga perbaikan menyeluruh belum dapat dilakukan dalam waktu dekat.

Kondisi tersebut terungkap saat Komisi C DPRD DIY melakukan peninjauan langsung ke ruas Jalan Klangon–Tempel pada Jumat (6/3/2026). Kunjungan itu dilakukan untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan serta minimnya lampu penerangan jalan umum (LPJU) di kawasan tersebut.

Sekretaris Komisi C DPRD DIY, Koeswanto, menjelaskan kendaraan berat yang keluar-masuk lokasi proyek tol menjadi salah satu faktor yang mempercepat kerusakan jalan di wilayah tersebut.

“Kerusakan ini dipicu oleh kendaraan berat yang keluar masuk proyek tol. Selain itu, beberapa saluran air di bawah jalan juga mengalami kerusakan sehingga menimbulkan genangan saat hujan dan memperparah kondisi jalan,” ujar Koeswanto, Senin (9/3/2026).

Ia menambahkan, perbaikan untuk sejumlah titik kerusakan sebenarnya sudah mulai dilakukan, terutama pada bagian jalan yang mengalami kerusakan paling parah. Namun, perbaikan secara menyeluruh di sepanjang ruas Jalan Klangon–Tempel belum dapat dilaksanakan dalam waktu dekat karena jalur tersebut masih difungsikan untuk mobilisasi material pembangunan tol.

“Perbaikan jalan sebenarnya sudah mulai dilakukan dan insyaallah dapat diselesaikan untuk titik-titik kerusakan yang paling parah. Namun untuk perbaikan secara menyeluruh di sepanjang ruas Klangon–Tempel belum dapat dilaksanakan dalam waktu dekat karena jalan ini masih digunakan untuk mobilisasi material proyek tol,” jelasnya.

Selain persoalan kerusakan jalan, warga juga mengeluhkan kurangnya lampu penerangan jalan umum di sepanjang ruas tersebut. Kondisi jalan yang gelap dinilai meningkatkan risiko kecelakaan, khususnya pada malam hari.

“Kami juga mendorong agar segera ditambah LPJU di titik-titik yang masih gelap. Ini penting untuk mengurangi potensi kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua pada malam hari atau saat kondisi hujan,” kata Koeswanto.

Sementara itu, Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PUP-ESDM DIY, Wira Sasongko Putro, mengatakan langkah penanganan sementara yang akan dilakukan adalah menambal jalan berlubang di sejumlah titik.

Menurutnya, perbaikan menyeluruh di ruas Jalan Klangon–Tempel baru dapat dilakukan setelah proyek pembangunan Tol Yogyakarta–Bawen selesai. Selama proyek tol masih berlangsung, ruas jalan tersebut tetap difungsikan sebagai jalur mobilisasi material.

“Untuk penanganan dalam waktu dekat, kami senantiasa berkoordinasi dan berkolaborasi dengan pihak pelaksana jalan tol Jogja Bawen terkait penambalan lubang. Untuk jangka panjang, perbaikan dan peningkatan kondisi diharapkan segera dapat dilaksanakan setelah jalan tol selesai/beroperasi,” jelas Wira.

Dengan kondisi tersebut, koordinasi antara pemerintah daerah dan pelaksana proyek Tol Jogja–Bawen terus dilakukan agar penanganan kerusakan jalan dapat tetap berjalan meskipun ruas Klangon–Tempel masih digunakan sebagai jalur pendukung pembangunan infrastruktur tol di wilayah DIY.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|