Jakarta Kebanjiran, Pramono: Ada Penyempitan Aliran Sungai

1 month ago 24

Warga mendorong sepeda motornya di jalan yang terendam banjir di Jalan Outer Ring Road, Cengkareng, Jakarta, Jumat (23/1/2026). Banjir setinggi 40-60 cm akibat tingginya intensitas hujan sejak Kamis (22/1) serta buruknya kualitas drainase tersebut membuat sejumlah kendaraan mogok dan lalu lintas terganggu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Kamis (22/1/2026) menyebabkan sejumlah wilayah terdampak banjir. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jakarta hingga Jumat (23/1/2026), setidaknya terdapat seratusan wilayah RT yang terdampak banjir.

Gubernur Jakarta Pramono Anung mengaku sudah turun ke lapangan untuk memantau penyebab terjadinya banjir di ibu kota. Menurut dia, salah satu masalah utama yang menyebabkan banjir di Jakarta adalah terjadinya penyempitan aliran sungai.

"Kebetulan tadi pagi saya juga turun ke lapangan ke Kali Cakung Lama. Memang salah satu persoalan yang ada adalah bottleneck ataupun penyempitan yang terjadi di beberapa sungai yang harus dilakukan normalisasi," kata dia di Balai Kota Jakarta, Jumat.

Karena itu, Pramono mengatakan, Pemprov Jakarta berencana untuk melakukan normalisasi di Sungai Cakung Lama. Namun, ia mengaku belum tahu kapan melakukan itu. "Termasuk saya sudah menyetujui secara prinsip untuk dilakukan normalisasi di Sungai Cakung Lama," kata dia.

Selain itu, Pramono menambahkan, penyebab utama banjir di Jakarta tidak lain adalah curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir. Ia mencatat, curah hujan di Jakarta melebihi 200 mm pada 12, 18, dan 22 Januari 2026.

"Dalam kesempatan ini saya juga ingin menyampaikan bahwa baik tanggal 12, tanggal 18 dan tanggal 22, sebenarnya puncak tertingginya ada di tanggal 18, yaitu 267 milimeter per hari dan itu tinggi sekali. Jakarta rasanya jarang sekali seperti itu," kata dia.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|