Iran-Oman Bakal Teken Kesepakatan Jalur Pelayaran Selat Hormuz

3 hours ago 3

Newswire

Newswire Minggu, 13 September 2026 06:37 WIB

Iran-Oman Bakal Teken Kesepakatan Jalur Pelayaran Selat Hormuz

Kapal-kapal komersial dan tanker minyak yang bersiap melintasi Selat Hormuz—salah satu jalur perairan strategis paling krusial bagi arus perdagangan global—masih menunggu di Teluk Oman pada 17 Juni 2026. Antara/Shady Alassar - Andolu Agency

Harianjogja.com, JAKARTA—Iran dan Oman dijadwalkan segera menandatangani kesepakatan pembentukan jalur pelayaran bersama di Selat Hormuz. Kesepakatan tersebut akan dibahas dalam pertemuan para menteri luar negeri negara-negara Arab di Muscat, Oman, Senin (14/9/2026).

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan pertemuan itu juga akan membahas pemberitahuan mengenai kesepakatan jalur bersama tersebut kepada Organisasi Maritim Internasional (IMO).

“Pekan ini, pada Senin, para menteri luar negeri negara-negara Arab akan bertemu di Muscat untuk menandatangani kesepakatan pembentukan jalur bersama antara Oman dan Iran di Selat Hormuz serta memberitahukan kesepakatan itu kepada Organisasi Maritim Internasional (IMO),” ujar Pezeshkian dalam wawancara dengan stasiun televisi India Today yang dipublikasikan Sabtu (13/9/2026), dikutip dari Antara.

Negara yang Terlibat dalam Konflik Iran-AS Hadir

Pezeshkian menambahkan bahwa negara-negara yang wilayahnya digunakan oleh Amerika Serikat (AS) untuk melancarkan serangan terhadap Iran juga akan menghadiri pertemuan tersebut.

Pertemuan di Muscat berlangsung di tengah perang Iran dengan AS serta tekanan ekonomi yang diberlakukan terhadap Teheran. Pezeshkian menilai Washington gagal mencapai tujuan militernya sehingga kemudian menggunakan tekanan ekonomi.

“Mereka tidak dapat mencapai tujuan melalui perang, itulah sebabnya mereka beralih ke tekanan ekonomi, tetapi kami tidak akan berhenti,” katanya.

Terkait blokade laut AS terhadap Iran, Pezeshkian mengatakan negaranya tidak sepenuhnya bergantung pada jalur pelayaran.

“Jalur laut tentu bukan sesuatu yang menjadi tumpuan kelangsungan hidup kami, dan mereka juga tidak akan dapat mencapai tujuan mereka dengan cara ini,” katanya.

Presiden Iran tersebut menegaskan bahwa Iran akan membuka kembali Selat Hormuz setelah AS mengakhiri blokade dan serangannya.

Pertemuan Bahas Jalur Aman Kapal Komersial

Sebelumnya, pada Jumat (11/9), juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan Oman akan menjadi tuan rumah pertemuan tingkat menteri regional pada Senin.

Pertemuan tersebut akan dihadiri perwakilan delapan negara yang berbatasan dengan Teluk Persia. Baqaei mengatakan agenda pertemuan mencakup isu-isu regional serta hasil pembicaraan Iran-Oman mengenai penetapan jalur aman bagi kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.

Menurut Baqaei, Iran berupaya memastikan keamanan di jalur perairan tersebut. Namun, keselamatan kapal disebut tidak dapat dijamin selama blokade laut dan intervensi militer AS masih berlangsung.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi langsung dari Oman mengenai pertemuan yang dijadwalkan berlangsung pada Senin tersebut.

Koridor Baru Selat Hormuz di Bawah Kendali Iran

Sementara itu, pada Senin sebelumnya, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei mengatakan kesepakatan dengan Oman mengenai koridor baru melalui Selat Hormuz akan ditandatangani dalam beberapa hari ke depan.

Rezaei menyebut pintu masuk dan keluar koridor yang diusulkan tersebut akan berada di bawah kendali Iran.

Dengan kesepakatan ini, Iran dan Oman tengah mempersiapkan jalur pelayaran bersama di Selat Hormuz di tengah situasi keamanan kawasan yang masih dipengaruhi konflik Iran-AS dan blokade laut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|