Newswire Rabu, 05 Agustus 2026 11:17 WIB

Foto ilustrasi banjir. - Freepik
Harianjogja.com, ISTANBUL— Gelombang hujan deras yang melanda Provinsi Shaanxi, China, memaksa otoritas mengevakuasi lebih dari 115.000 warga. Curah hujan tinggi tidak hanya menyebabkan banjir di sejumlah daerah aliran sungai, tetapi juga meningkatkan risiko tanah longsor, banjir bandang, dan bencana susulan lainnya.
Pemerintah daerah memperketat langkah mitigasi seiring prakiraan cuaca buruk yang diperkirakan masih berlangsung hingga Rabu (5/8/2026).
Lebih dari 115 Ribu Warga Dipindahkan
Berdasarkan laporan Global Times yang mengutip China Central Television dan otoritas Provinsi Shaanxi, sebanyak 49.925 rumah tangga atau 115.756 jiwa telah dievakuasi dari kawasan yang terdampak maupun berisiko tinggi akibat cuaca ekstrem.
Sebagian besar wilayah utara Shaanxi, kawasan barat Guanzhong, dan barat daya Shaanxi mengalami hujan ringan hingga sedang sejak Senin hingga Selasa. Sementara itu, wilayah lainnya diguyur hujan lebat hingga sangat lebat.
Luonan Jadi Wilayah dengan Curah Hujan Tertinggi
Kabupaten Luonan, Tongguan, dan Baihe menjadi daerah yang mengalami dampak paling besar.
Hujan tercatat mengguyur 100 kabupaten dan distrik di Provinsi Shaanxi, dengan curah hujan tertinggi mencapai 136,4 milimeter di Stasiun Shipo, Kabupaten Luonan.
Curah hujan yang tinggi memicu banjir di daerah aliran Sungai Hanjiang, Weihe, Danjiang, dan Yiluo.
Sebanyak 28 sungai dan 40 stasiun hidrologi mencatat 47 kejadian puncak banjir. Dua stasiun pemantau bahkan sempat melampaui batas peringatan sebelum tinggi muka air kembali menurun.
BMKG China Perbarui Peringatan Oranye
Observatorium Meteorologi Provinsi Shaanxi memperbarui status peringatan oranye untuk badai hujan dan cuaca konvektif ekstrem pada Selasa pagi.
Lembaga tersebut memperkirakan hujan lebat masih berpotensi terjadi hingga Rabu sore.
Selain hujan deras, otoritas juga memperingatkan kemungkinan terjadinya badai petir, hujan berintensitas tinggi dalam waktu singkat, serta angin kencang di sejumlah wilayah.
Pemerintah Perkuat Mitigasi Bencana
Menghadapi potensi bencana lanjutan, Dinas Penanggulangan Darurat Provinsi Shaanxi meminta pemerintah daerah segera mengevakuasi masyarakat dari kawasan rawan serta meningkatkan pemantauan terhadap ancaman geologis.
Risiko yang diwaspadai meliputi banjir bandang, genangan di kawasan perkotaan, tanah longsor, hingga aliran lumpur.
Untuk memperkuat penanganan situasi, Pemerintah Provinsi Shaanxi menggelar rapat koordinasi pengendalian banjir pada Selasa guna memastikan langkah mitigasi berjalan optimal selama cuaca buruk masih berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































