Harga BBM Nonsubsidi Selangit Bikin Anggaran Operasional Alat Berat di TPA Sarimukti Bengkak

1 week ago 22

Kondisi TPA Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat. Pemprov Jabar memprediksi usia pemaiakan TPU itu hanya cukup 6 bulan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Pemprov Jawa Barat kini punya pekerjaan rumah baru terkait masalah sampah. Selain dihadapkan dengan kondisi kritisnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat (KBB), tingginya harga BBM nonsubsidi jenis solar membuat biaya operasional alat berat di TPA Sarimukti membengkak. 

Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST Regional pada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat Arief Perdana mengungkapkan, tingginya harga BBM nonsubsidi saat ini sangat berdampak terhadap biaya operasional penanganan sampah di TPA Sarimukti. BBM digunakan untuk alat berat dan lainnya.

"Salah satu beban terbesar saat ini adalah BBM karena harga BBM non-subsidi naik cukup tinggi sejak perang terjadi. Dulu harganya sekitar Rp18 ribu per liter, sekarang bisa mencapai Rp30 ribu per liter. Kondisi ini sangat menyedot anggaran," ungkap Arief saat dihubungi, Kamis (4/6/2026). 

Dia mengatakan, awalnya operasional penanganan sampah di TPA Sarimukti untuk biaya BBM dialokasikan Rp14 miliar dalam setahun. Namun setelah dilakukan penghitungan ulang dengan harga BBM terbaru bersama Pertamina, diperlukan anggaran tambahan Rp7 miliar. 

"Kalau pada kondisi normal, kebutuhan BBM dianggarkan sekitar Rp14 miliar per tahun. Namun setelah dilakukan perhitungan bersama Pertamina, diperlukan tambahan sekitar 50 persen atau sekitar Rp7 miliar. Artinya kebutuhan total menjadi sekitar Rp21 miliar per tahun," ungkap Arief. 

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|