Haadiya Syari Perkaya Industri Modest Fashion Indonesia dengan Sentuhan Baru Jelang Ramadan

2 hours ago 3

Koleksi Haadiya Syari dengan nuansa earth tone.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Industri Modest Fashion tanah air terus mengalami perkembangan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Haadiya Syari hadir sebagai pemain baru, dengan harapan dapat memberikan makna pada pakaian modest Indonesia.  

Acara peluncuran brand Modest Fashion ini akan dilakukan di Dailah Restoran, Bandung, Sabtu (7/2/2026). Peluncuran brand diawali dengan kajian oleh Ustad Sidqi Kamal Zimah yang mengangkat tema yang selaras dengan acara peluncuran brand ini yaitu “How to be Inspired by Faith, Rooted in Values”. 

Tema ini sejalan dengan brand tagline Haadiya Syari, yaitu Inspired by Faith, Rooted in Values. Tema besar ini diangkat untuk mengedepankan sisi penghambaan kepada Allah Azza Wa Jalla yang berakar pada iman dan juga nilai-nilai Islam.  

Setelah kajian, pengunjung diberikan kesempatan untuk berbincang dengan Alia Karenina, selaku Founder brand Haadiya Syari. Peluncuran brand ini pun terbilang unik, karena dekorasi acara dibuat minimalis hanya dengan menggunakan kain. Alia  ingin semua acara yang dibuat oleh Haadiya sebisa mungkin lebih mindful dan tidak menimbulkan limbah atau kerusakan pada lingkungan.

"Saya menggunakan kain-kain sebagai dekorasi, agar nantinya kain-kain ini pun dapat dipergunakan kembali sebagai tas atau sarung bantal, sehingga memperpanjang masa hidup kain tersebut.  Saya tidak mau menggunakan bunga segar yang dipotong sebagai dekorasi acara Saya, karena Saya percaya, sesuatu yang hidup harus dibiarkan hidup, tidak untuk diambil dan hanya dipakai sementara. Ini tidak sesuai dengan nilai filosofis brand Haadiya," kata Alia.

Brand Haadiya merepresentasikan keberlanjutan dan masa hidup yang lebih panjang dengan niat menjaga titipan Allah. Brand Haadiya tidak menganut prinsip sesuatu yang cepat, dan nantinya akan cepat hilang. 

Alia Karenina menjelaskan lahirnya brand ini berasal dari pengalaman personal akan pencarian busana syar’i yang nyaman, bermakna, dan tetap berkelas. Selain itu, dia ingin mengubah persepsi negatif terhadap perempuan yang berpakaian syar’i bukanlah sesuatu yang tertinggal, melainkan sebuah pilihan sadar dengan penuh kekuatan berlandaskan ketakwaan dan penghambaan kepada Allah.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|