Gubernur Sumut Tolak Proyek OPD yang Diduga Mark-Up

3 weeks ago 23

Gubernur Sumut tegas tolak teken proyek OPD mark-up anggaran.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN, – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menolak sejumlah proyek dari organisasi perangkat daerah (OPD) yang dianggap tidak masuk akal dan terkesan mark-up anggaran. Bobby menegaskan hal ini sejak dinyatakan memenangi Pilgub Sumut 2024.

Bobby mengungkapkan bahwa banyak pihak mencoba meloloskan berbagai proyek dengan meminta persetujuannya. Namun, sejumlah pengajuan proyek dari OPD di Pemerintah Provinsi Sumut justru membuatnya geram karena dokumen proyek tiba-tiba sudah ada di meja kerjanya tanpa melalui tahapan perencanaan, evaluasi, dan paparan terbuka.

"Ada yang datang mengucapkan selamat, lalu minta tanda tangan. Saya bilang, ini proyek apa? Kok tiba-tiba sudah ada di meja saya," ujar Bobby di Kantor Gubernur Sumut, Kamis.

Salah satu proyek yang disorot adalah pembangunan gedung dengan anggaran Rp484 miliar. Proyek ini tidak pernah dipresentasikan secara detail, baik konsep maupun rincian anggarannya, sehingga Bobby menolak untuk menandatanganinya.

Gubernur menegaskan bahwa dirinya tidak ingin asal menyetujui proyek tanpa kajian yang jelas, terutama jika anggarannya terkesan dimahalkan. Pihaknya akan lebih ketat dalam memeriksa pengajuan proyek dari OPD agar tidak ada pemborosan anggaran atau permainan proyek.

"Saya nggak mau tanda tangan kalau prosesnya enggak jelas. Semua harus transparan dan masuk akal," tegasnya.

Pernyataan ini menjadi sinyal keras bagi seluruh OPD agar tidak lagi mengajukan proyek yang janggal atau mengandalkan kedekatan politik demi persetujuan anggaran. Bobby menekankan bahwa setiap program pembangunan harus memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan sekadar menghabiskan anggaran daerah.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|