
Ilustrasi geothermal atau panas bumi. - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, LONDON—Gelombang panas di Inggris terus menjadi perhatian setelah negara tersebut mencatat rekor suhu tertinggi pada bulan Juni selama tiga hari berturut-turut. Menyusul kondisi cuaca ekstrem itu, pemerintah melalui Met Office memperpanjang peringatan cuaca panas tingkat tinggi hingga Minggu (28/6/2026).
Perpanjangan peringatan dilakukan setelah Inggris kembali mencatat suhu tertinggi Juni sepanjang sejarah, yakni mencapai 37,3 derajat Celsius di Santon Downham, Suffolk, pada Jumat. Wilayah yang masih berada dalam status Amber Warning meliputi London, Inggris Tenggara, East Anglia, serta sebagian East Midlands.
Met Office menjelaskan Amber Warning atau peringatan tingkat tinggi, satu level di bawah Red Warning, tetap diberlakukan hingga Minggu pukul 09.00 waktu setempat. Langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi kondisi malam yang masih terasa panas dan lembap meski suhu udara diperkirakan mulai berangsur turun.
Perpanjangan status siaga tersebut dilakukan setelah peringatan cuaca panas tingkat merah yang tergolong langka berakhir pada Jumat petang.
Inggris mencatat suhu 37,3 derajat Celsius di Santon Downham, Suffolk, pada Jumat. Angka tersebut menjadi rekor suhu tertinggi untuk bulan Juni setelah rekor sebelumnya kembali terpecahkan selama dua hari berturut-turut. Sebelum pekan ini, rekor suhu tertinggi Juni di Inggris tercatat sebesar 35,6 derajat Celsius di Southampton pada 1976.
Kepala Prakirawan Met Office, Andy Page, mengatakan Jumat menjadi puncak gelombang panas sekaligus hari ketiga berturut-turut terciptanya rekor suhu tertinggi pada bulan Juni.
"Panas luar biasa ini belum pernah terjadi sebelumnya untuk bulan Juni dan merupakan penanda lain tentang bagaimana perubahan iklim menggeser titik ekstrem suhu di Inggris," katanya.
Meski suhu diperkirakan mulai menurun secara bertahap sepanjang akhir pekan, Met Office mengingatkan adanya potensi badai petir yang dapat memicu hujan lebat, hujan es, sambaran petir, hingga angin kencang di sejumlah wilayah.
Gelombang panas tidak hanya melanda Inggris, tetapi juga sejumlah negara di Eropa Barat seperti Spanyol, Prancis, Italia, Swiss, Belanda, dan Luksemburg. Dalam beberapa hari terakhir, negara-negara tersebut turut mengeluarkan peringatan cuaca panas tingkat tertinggi akibat suhu udara yang terus meningkat.
Cuaca ekstrem juga berdampak pada berbagai layanan publik di Inggris. Lebih dari 570 sekolah ditutup, baik secara penuh maupun sebagian. Sejumlah rumah sakit menetapkan status insiden kritis, sementara operator kereta api mengimbau masyarakat menunda perjalanan yang tidak mendesak karena tingginya risiko kerusakan infrastruktur rel akibat suhu panas.
Selain itu, layanan kereta Eurostar membatalkan perjalanan rute London–Paris pada Jumat karena suhu ekstrem memengaruhi jaringan operasional. Met Office memperkirakan kondisi cuaca di Inggris akan kembali mendekati rata-rata musiman pada awal pekan depan seiring berakhirnya puncak gelombang panas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































