Kapal induk Giuseppe Garibaldi (C551) bakal memperkuat TNI AL.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi (551) dipastikan meninggalkan Pelabuhan Taranto, Italia pada Senin (24/8/2026). Kapal induk tersebut melakukan pelayaran dan dijadwalkan tiba di Indonesia pada pertengahan hingga pekan ketiga September 2026.
Kepala Biro Infohan Setjen Kementerian Pertahanan Brigjen Rico Ricardo Sirait menjelaskan, Kapal Induk Garibaldi bakal transit di dua negara, sebelum sampai di Indonesia. "Dalam pelayarannya menuju Indonesia, Garibaldi direncanakan melintasi Terusan Suez, dengan agenda singgah di Jeddah, Arab Saudi, dan Colombo, Sri Lanka," kata Rico kepada Republika di Jakarta, Selasa (25/8/2026).
Menurut dia, setelah singgah di Colombo, Garibaldi bakal menuju Lampung, untuk selanjutnya ke Jakarta. Meski begitu, kata Rico, seluruh operasi selama perjalanan tergantung TNI AL. "Untuk detail rute pelayaran selanjutnya akan menyesuaikan dengan rencana operasi dan navigasi kapal," ujarnya.
Sebelumnya, Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksdya Edwin memastikan, Kapal Induk Giuseppe Garibaldi (551) bakal tiba tepat waktu di Indonesia pada pekan ketiga September 2026. Dalam perjalanan ke Indonesia, kata dia, personel TNI AL didampingi Marina Militare (AL Italia) untuk mengoperasikan kapal induk produksi Fincantieri tersebut.
"Alhamdulillah semua sudah (selesai administrasinya). Satgas sudah kita kirim kemarin itu 100 (personel)," kata Edwin kepada Republika di Balai Sudirman, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (12/8/2026).

4 hours ago
7

















































