Gara-Gara Peneliti Korea, Mobil Bensin Terancam Tamat Nasibnya

21 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Mobil listrik atau electric vehicle (EV) kini menjadi alternatif bagi masyarakat selain mobil berbahan bakar bensin. Seiring dengan industri yang semakin berkembang, harga kendaraan ini sekarang jauh lebih terjangkau dibandingkan saat awal kemunculannya.

Turunnya harga mobil listrik jadi opsi yang menarik bagi banyak orang, termasuk menjadi ancaman pula bagi mobil bensin. Belum lagi, kondisi industri kendaraan listrik yang saat ini sudah dinilai semakin matang.

Selain masalah harga, daya tarik mobil listrik ke depannya diprediksi akan terus meningkat berkat adanya inovasi terbaru. Peneliti di Pohang University of Science and Technology, Korea Selatan, berhasil menemukan teknologi baterai baru yang bisa memperkuat daya tarik EV.

Para peneliti berhasil mengembangkan baterai berbahan silikon untuk EV. Temuan tersebut menjadi titik balik dalam industri otomotif, karena dapat mempercepat peralihan pada kendaraan listrik.

Salah satu keuntungan baterai silikon yang berhasil ditemukan adalah daya jelajahnya yang sangat jauh. Satu kali pengisian daya, baterai silikon diklaim bisa menempuh jarak hingga 1.000 km.

Peneliti dari Pohang juga berhasil mengatasi tantangan penggunaan baterai silikon. Baterai jenis ini akan bertambah besar mencapai tiga kali saat dicas dan baru kembali menyusut.

Oleh karena itu, kebanyakan penelitian mencoba membuat baterai dengan silikon berbentuk partikel nano dengan ukuran sangat kecil.

Masalah baru kemudian muncul lagi. Partikel nano membutuhkan ongkos produksi yang mahal dan proses yang kompleks.

Sementara itu, peneliti dari Pohang melakukan pendekatan berbeda yakni dengan menggunakan silikon berukuran 1.000 kali lebih besar yakni dalam skala mikro. Dengan begitu lebih mudah dan murah dalam produksi dan densitas energi yang lebih lega.

Terkait kembang-kempis partikel silikon, para peneliti menggunakan gel polimer elektrolit. Ini akan berubah saat silikon juga berubah bentuk.

Gel akan diikat secara kimia dengan radiasi lewat tembakan elektron. Hasilnya adalah ikatan stabil meski partikel silikon kembang-kempis.

Hasilnya, mereka dapat membuat baterai silikon yang setara dengan lithium ion standar dengan densitas energi mencapai 40% lebih besar.

Menurut para peneliti, baterai silikon rancangan mereka bisa mudah diaplikasikan.

"Kami menggunakan anoda mikro-silikon, hasilnya tetap baterai yang stabil. Riset ini membawa kita lebih dekat ke sistem baterai lithium-ion densitas-energi-tinggi," kata Park Soojin dari Pohang University.

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|