Jumali Kamis, 02 Juli 2026 15:17 WIB

Ponsel pintar, aplikasi ponsel ilustrasi - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Ponsel kini tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi tempat penyimpanan berbagai data penting. Foto keluarga, video perjalanan, dokumen pekerjaan, hingga tangkapan layar informasi penting tersimpan dalam satu perangkat yang digunakan setiap hari.
Karena itu, ketika foto atau video terhapus secara tidak sengaja, banyak pengguna langsung panik karena khawatir data tersebut hilang selamanya. Padahal, dalam banyak kasus, file yang terhapus masih dapat dipulihkan dengan beberapa langkah sederhana.
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memeriksa folder sampah atau folder file yang baru dihapus. Pada sebagian besar perangkat Android dan iPhone, file yang dihapus tidak langsung hilang dari sistem, melainkan disimpan sementara sebelum dihapus permanen.
Pengguna Android yang memakai Google Photos dapat membuka aplikasi tersebut, lalu masuk ke menu Library atau Koleksi dan memilih folder Trash atau Sampah. Sementara pengguna iPhone dapat membuka aplikasi Foto, masuk ke menu Album, lalu memilih folder Recently Deleted atau Baru Dihapus.
Jika foto atau video masih tersimpan di folder tersebut, pengguna cukup memilih file yang diinginkan dan menekan tombol Pulihkan atau Restore. Cara ini menjadi metode paling cepat dan paling aman untuk mengembalikan data yang terhapus.
Apabila file sudah tidak ditemukan di folder sampah, langkah berikutnya adalah memeriksa layanan penyimpanan cloud yang terhubung dengan perangkat.
Bagi pengguna Android, layanan yang paling umum digunakan adalah Google Photos. Pengguna dapat membuka pengaturan aplikasi dan memastikan fitur pencadangan atau backup sebelumnya aktif. Jika file pernah dicadangkan, data tersebut biasanya masih dapat diakses melalui akun Google yang sama.
Sementara itu, pengguna iPhone dapat memanfaatkan iCloud Photos. Melalui menu Pengaturan, pengguna dapat memeriksa status sinkronisasi iCloud dan melihat apakah foto atau video yang hilang masih tersimpan dalam cadangan cloud.
Jika kedua cara tersebut tidak berhasil, pengguna dapat mencoba perangkat lunak pemulihan data. Salah satu aplikasi yang cukup dikenal adalah PhoneRescue yang dijalankan melalui komputer. Aplikasi ini bekerja dengan memindai memori perangkat untuk mencari file yang masih bisa dipulihkan.
Prosesnya dilakukan dengan menghubungkan ponsel ke komputer menggunakan kabel data, kemudian memilih jenis file yang ingin dicari. Setelah pemindaian selesai, pengguna dapat memilih foto atau video yang ditemukan untuk dikembalikan ke perangkat.
Alternatif lain adalah menggunakan aplikasi pemulihan data yang tersedia di Google Play Store. Beberapa aplikasi menawarkan fitur pemindaian memori internal guna menemukan file yang belum sepenuhnya terhapus dari sistem.
Meski demikian, tingkat keberhasilan aplikasi pemulihan data sangat bergantung pada kondisi perangkat. Semakin cepat proses pemulihan dilakukan setelah file terhapus, peluang data untuk kembali biasanya semakin besar.
Sebaliknya, jika memori ponsel sudah terisi banyak data baru setelah penghapusan terjadi, kemungkinan file lama tertimpa dan sulit dipulihkan akan meningkat.
Untuk mengurangi risiko kehilangan data di masa depan, pengguna disarankan melakukan pencadangan secara rutin ke layanan cloud atau media penyimpanan eksternal. Kebiasaan sederhana ini dapat menjadi perlindungan tambahan apabila terjadi kerusakan perangkat, kehilangan ponsel, atau kesalahan penghapusan data.
Selain itu, pengguna juga sebaiknya mengaktifkan fitur backup otomatis yang tersedia di Android maupun iPhone. Dengan cara tersebut, foto dan video penting akan tersimpan secara berkala tanpa perlu dilakukan secara manual.
Ketika file terhapus secara tidak sengaja, hal terpenting adalah tidak panik dan segera menghentikan aktivitas yang berpotensi menambah data baru di perangkat. Langkah tersebut dapat membantu menjaga peluang pemulihan data tetap tinggi sebelum dilakukan proses restore atau recovery.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































