Harianjogja.com, JOGJA—Industri perfilman dunia sepanjang 2026 telah melahirkan banyak karya yang mendapat pujian dari kritikus dan penonton. Namun di balik kesuksesan tersebut, sejumlah film justru menuai kritik tajam dan berakhir dengan rating rendah di IMDb—platform ulasan film terkemuka dunia.
Beberapa film yang sempat dinanti-nantikan oleh penggemar justru gagal memenuhi ekspektasi. Bahkan di antara daftar film dengan ulasan buruk ini, terdapat judul-judul yang berasal dari franchise terkenal dan dibintangi oleh aktor-aktor Hollywood ternama. Beragam alasan melatarbelakangi rendahnya penilaian tersebut, mulai dari alur cerita yang dianggap kurang kuat, pengembangan karakter yang minim, hingga penyutradaraan yang tidak sesuai harapan penonton.
Berikut 9 film dengan rating IMDb terendah yang dirilis sepanjang 2026.
1. Melania (Rating: 1,6)
Film dokumenter ini menjadi film dengan rating terendah sepanjang 2026, hanya meraih skor 1,6 dari 10 di IMDb. Melania mengikuti kehidupan Melania Trump selama 20 hari menjelang pelantikan kedua suaminya, Donald Trump, sebagai Presiden Amerika Serikat.
Sepanjang durasi 1 jam 44 menit, film yang tayang di Prime Video ini hanya menampilkan aktivitas sehari-hari Melania, mulai dari persiapan kepindahan ke Gedung Putih hingga pertemuan diplomatik. Minimnya konflik dan kedalaman cerita menjadi alasan utama di balik rating buruk film ini.
2. The Strangers: Chapter 3 (Rating: 4,2)
Penutup trilogi horor The Strangers ini gagal memenuhi ekspektasi penggemar dengan rating 4,2. Film berdurasi 1 jam 31 menit yang dibintangi Madelaine Petsch, Gabriel Basso, Ema Horvath, Ella Bruccoleri, dan Richard Brake ini mengikuti perjuangan Maya yang berhasil selamat dari serangan para pembunuh bertopeng.
Alih-alih berhasil melarikan diri, Maya kembali ditangkap dan dipaksa menghadapi teror yang lebih kejam di kota terpencil Venus, Oregon. Pengulangan formula horor yang sudah usang menjadi kritik utama film ini.
3. Psycho Killer (Rating: 4,8)
Film horor thriller berdurasi 1 jam 31 menit ini dibintangi Georgina Campbell, James Preston Rogers, dan Malcolm McDowell. Psycho Killer mengikuti perjalanan Jane Archer, seorang polisi patroli jalan raya yang hidupnya hancur setelah suaminya dibunuh oleh seorang pembunuh berantai yang dijuluki "Satanic Slasher".
Dengan mengikuti simbol-simbol di lokasi pembunuhan, Jane bertekad memburu para pelaku hingga melintasi berbagai negara bagian di Amerika Serikat. Film yang tayang di Apple TV ini mendapat rating 4,8 karena dianggap terlalu klise dalam menyajikan kisah pemburuan pembunuh berantai.
4. Return to Silent Hill (Rating: 4,0)
Diadaptasi dari game legendaris Silent Hill 2 (2001) yang dianggap sebagai salah satu game horor psikologis terbaik sepanjang masa, film ini justru hanya meraih rating 4,0. Return to Silent Hill dibintangi Jeremy Irvine dan Hannah Emily Anderson dengan durasi 1 jam 46 menit.
Kisahnya mengikuti James Sunderland, seorang pria yang hidup penuh penyesalan setelah kehilangan wanita yang dicintainya, Mary. Tidak lama setelahnya, ia menerima surat misterius yang seolah-olah dikirim oleh Mary dari kota Silent Hill. Untuk mencari jawaban, James mencoba datang ke kota berkabut tersebut dan bertemu dengan makhluk mengerikan serta mengalami serangkaian peristiwa aneh. Film ini tayang di Disney Plus.
5. Balls Up (Rating: 4,7)
Film aksi komedi petualangan ini dibintangi deretan bintang Hollywood: Mark Wahlberg, Paul Walter Hauser, Benjamin Bratt, Eva De Dominici, Daniela Melchior, Molly Shannon, dan Sacha Baron Cohen. Balls Up mengikuti perjalanan Brad Lewison, seorang sales, dan Elijah DeBell, penemu kondom inovatif.
Menjelang Piala Dunia, mereka mendapat kesempatan mempromosikan produk mereka di Brasil. Namun setibanya di sana, mereka terlibat insiden yang justru menghancurkan karier mereka. Dengan rating 4,7, film yang tayang di Apple TV dan Prime Video ini dianggap gagal mengeksekusi premis komedi yang menjanjikan.
6. In the Blink of an Eye (Rating: 6,1)
Film drama fiksi ilmiah bergenre drama dan sci-fi ini menjadi satu-satunya dalam daftar yang meraih rating di atas 6, dengan skor 6,1. Dibintangi Kate McKinnon, Rashida Jones, dan Daveed Diggs, film berdurasi 1 jam 34 menit ini tayang di Disney Plus.
In the Blink of an Eye menghubungkan tiga kisah dari tiga era berbeda: kehidupan keluarga Neanderthal pada 47.000 SM, perjalanan cinta seorang antropolog di abad ke-21, dan misi terakhir umat manusia untuk membangun peradaban baru di planet lain. Meski mendapat rating tertinggi di daftar ini, film tetap dianggap kurang dalam pengembangan karakternya.
7. The Breadwinner (Rating: 5,6)
Film komedi keluarga berdurasi 1 jam 39 menit ini dibintangi Nate Bargatze, Mandy Moore, Colin Jost, dan Zach Cherry. The Breadwinner mengikuti Nate Wilcox, seorang sales mobil sukses yang mendadak harus menjadi ayah sekaligus bapak rumah tangga ketika istrinya, Katie, harus pergi menjalankan bisnis barunya.
Selama dua minggu, Nate yang tidak pernah mengurus urusan rumah tangga menghadapi berbagai tantangan, mulai dari memasak, mencuci, mengurus tiga anak perempuan, dan masalah-masalah lain yang terus bermunculan. Rating 5,6 menunjukkan film ini dinilai biasa saja dengan alur yang terlalu dapat diprediksi.
8. Scary Movie 6 (Rating: 5,0)
Waralaba komedi horor yang telah lama dinanti ini kembali hadir dengan rating 5,0. Scary Movie 6 dibintangi Marlon Wayans, Shawn Wayans, Anna Faris, dan Regina Hall dengan durasi 1 jam 40 menit.
Kisah kali ini mengikuti perjalanan Cindy Campbell, Brenda Meeks, Ray Wilkins, dan Shorty Meeks yang kembali diburu oleh pembunuh bertopeng Ghostface. Teror dimulai setelah remaja bernama Tuesday Campbell diserang. Serangan tersebut memaksa para karakter lama berkumpul dan membuat strategi baru menghadapi ancaman pembantaian. Film yang tayang di Prime Video dan Apple TV ini dinilai kehilangan sentuhan komedi segar seperti pendahulunya.
9. Ladies First (Rating: 5,8)
Film komedi adaptasi dari film Prancis I Am Not an Easy Man (2018) karya Éléonore Pourriat ini meraih rating 5,8. Dibintangi Sacha Baron Cohen, Rosamund Pike, Charles Dance, Emily Mortimer, dan Tom Davis, film berdurasi 1 jam 30 menit ini tayang di Netflix.
Ladies First mengikuti Damien Sachs, seorang eksekutif periklanan sukses yang arogan dan memiliki pandangan seksis terhadap perempuan. Ia mengalami kecelakaan dan terbangun di dunia alternatif yang dipimpin oleh perempuan. Dalam dunia terbalik tersebut, laki-laki menjadi pihak yang sering mengalami diskriminasi. Damien akhirnya merasakan langsung bagaimana sulitnya mendapatkan kesempatan dan dihargai di tempat kerja. Pengalaman tersebut mengubah cara pandangnya terhadap kesetaraan gender. Meski konsepnya menarik, eksekusi film ini dinilai kurang maksimal oleh penonton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































