
Foto ilustrasi kamar hotel, dibuat menggunakan Artificial Intelligence. - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO— Pelaksanaan embarkasi haji berbasis hotel di sekitar Bandara YIA yang telah berjalan hampir sebulan ternyata belum mampu mendongkrak perekonomian lokal. Sektor perhotelan hingga destinasi wisata di Kulonprogo justru belum merasakan dampak signifikan.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kulonprogo, Sumantoyo, mengungkapkan okupansi hotel selama periode embarkasi relatif stagnan.
“Untuk hotel-hotel juga biasa-biasa saja. Pengantar jemaah hajinya masih minim, tidak seperti dulu yang bisa satu jemaah diantar lima sampai enam orang,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).
Okupansi Hotel Tetap Rendah
Menurut Sumantoyo, selama embarkasi berlangsung tingkat hunian hotel di Kulonprogo hanya berkisar 25%. Angka ini dinilai sebagai kondisi normal, tidak berbeda dengan hari biasa tanpa event besar.
Ia menilai minimnya jumlah pengantar jemaah menjadi faktor utama belum bergeraknya sektor perhotelan maupun usaha kuliner di sekitar bandara.
“Kalaupun banyak pengantar, harusnya rumah makan di sekitar bandara juga ramai, tapi faktanya masih biasa saja,” katanya.
Ia juga menyebut, jika ada kenaikan okupansi dalam beberapa pekan terakhir, kemungkinan dipicu momen long weekend, bukan karena efek langsung dari embarkasi haji.
Wisata Pantai Glagah Juga Sepi
Kondisi serupa terjadi di sektor pariwisata. Ketua Desa Wisata Glagah, Bayu Puspo, menyebut kunjungan wisatawan ke Pantai Glagah tidak mengalami lonjakan berarti selama embarkasi berlangsung.
Ia hanya mencatat satu rombongan besar pengantar jemaah haji di awal pelaksanaan embarkasi.
“Ada satu rombongan bus sekitar 100 orang di awal-awal. Setelah itu tidak ada lagi yang terdeteksi sebagai pengantar jemaah,” ungkapnya.
Menurut Bayu, kenaikan jumlah pengunjung sekitar 16% dalam beberapa pekan terakhir lebih dipengaruhi oleh berkembangnya kafe-kafe di kawasan pantai, bukan karena embarkasi haji.
Perlu Evaluasi Agar Berdampak Ekonomi
Pelaku industri berharap adanya evaluasi dari penyelenggaraan embarkasi haji berbasis hotel di Kulonprogo agar ke depan mampu memberikan efek ekonomi yang lebih luas.
Dengan posisi strategis di sekitar Bandara YIA, seharusnya keberadaan embarkasi bisa menjadi penggerak sektor pariwisata, perhotelan, hingga UMKM lokal jika dikelola secara lebih terintegrasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































