Dua Peserta Latsarmil SPPI Meninggal, DPR Minta Evaluasi

1 hour ago 3

Dua Peserta Latsarmil SPPI Meninggal, DPR Minta Evaluasi

Presiden Prabowo Subianto saat memimpin kegiatan latihan baris berbaris yang diikuti para anggota Kabinet Merah Putih di lapangan Sapta Marga, Akmil, Magelang, Provinsi Jawa Tengah, Jumat (25/10/2024). (ANTARA/HO-Kantor Komunikasi Kepresidenan)

Harianjogja.com, JAKARTA—Dua peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar kemiliteran (latsarmil) memicu sorotan serius dari DPR RI. Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mendesak pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program tersebut, khususnya terkait aspek keselamatan dan kesiapan fisik peserta.

Ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (24/6/2026), TB Hasanuddin menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan yang lebih ketat sebelum peserta mengikuti pelatihan fisik intensif seperti latsarmil. Menurutnya, langkah ini krusial untuk memastikan seluruh peserta benar-benar dalam kondisi prima.

“Kasus ini harus menjadi evaluasi. Penyebabnya sakit dan heat stroke. Artinya, sebelum mengikuti pelatihan seperti ini, kondisi kesehatan peserta harus benar-benar diperiksa secara menyeluruh,” ujarnya.

Ia menilai, latsarmil pada dasarnya merupakan program yang memiliki tujuan baik, yakni membentuk karakter dan kedisiplinan calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Namun, menurutnya, pendekatan pelatihan perlu disesuaikan agar tidak terlalu menitikberatkan pada aspek militer yang berat.

TB Hasanuddin menyarankan agar materi pelatihan lebih difokuskan pada kemampuan manajerial dan pengelolaan koperasi, ketimbang latihan fisik ekstrem seperti baris-berbaris dalam cuaca panas atau latihan militer lainnya.

“Tujuannya bagus, tapi materinya bisa disesuaikan. Lebih baik diperkuat di aspek manajemen koperasi, bukan latihan fisik ala militer yang berat,” katanya.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemhan) membenarkan dua peserta SPPI, yakni Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq, meninggal dunia saat mengikuti latsarmil di lokasi berbeda.

Anisa dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami heat stroke saat menjalani pelatihan di Balikpapan. Sementara Yonanda wafat setelah mengalami penurunan kondisi fisik dan dinyatakan meninggal akibat henti jantung usai menjalani perawatan di rumah sakit.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menyatakan bahwa seluruh peserta sebenarnya telah melalui pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti pelatihan. Meski demikian, pihaknya memastikan akan melakukan evaluasi agar pelaksanaan program ke depan lebih aman.

Kemhan juga menegaskan komitmennya untuk memberikan pendampingan penuh kepada keluarga korban serta memastikan seluruh proses penanganan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama dalam setiap program pelatihan, terutama yang melibatkan aktivitas fisik intens di lapangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|