Dosen USD Ajak Siswa Praktik STEAM Lewat Minuman Kekinian

5 hours ago 2

Dosen USD Ajak Siswa Praktik STEAM Lewat Minuman Kekinian Tim Dosen FKIP Universitas Sanata Dharma menghadirkan metode pembelajaran inovatif bagi siswa kelas XI SMA Pangudi Luhur Yogyakarta melalui proyek pembuatan minuman berbasis matcha, Selasa (14/4 - 2026).

Harianjogja.com, JOGJA—Tim dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sanata Dharma menghadirkan metode pembelajaran inovatif bagi siswa kelas XI SMA Pangudi Luhur Yogyakarta melalui proyek pembuatan minuman berbasis matcha, Selasa (14/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi ini mengusung pendekatan STEAM-preneurship, yakni integrasi antara sains, teknologi, teknik, seni, matematika, dan kewirausahaan. Model pembelajaran ini dinilai mampu memberikan pengalaman yang lebih kontekstual dan aplikatif bagi siswa.

Tim pendamping terdiri dari sejumlah dosen lintas program studi, di antaranya Chatarina Enny Murwaningtyas, Haniek Sri Pratini, Cyrenia Novella Krisnamurti, Niluh Sulistyani, Dwi Nugraheni Rositawati, serta Catharina Wigati Retno Astuti. Kegiatan ini juga melibatkan tujuh mahasiswa dari jenjang S1 dan S2.

Belajar Lewat Praktik Langsung

Dalam kegiatan tersebut, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan diminta mengembangkan produk minuman berbasis matcha. Variasi yang dibuat cukup beragam, mulai dari strawberry matcha latte, choco matcha latte, mango matcha latte, hingga kombinasi matcha dengan dalgona coffee.

Tidak hanya membuat produk, siswa juga dilatih menyusun resep, membagi peran dalam tim, menghitung biaya produksi, menentukan harga jual, hingga merancang strategi pemasaran. Pendekatan ini memberikan gambaran nyata tentang proses bisnis dari hulu ke hilir.

Pembelajaran diawali dengan pemantik dari dosen terkait pentingnya STEAM-preneurship serta tren minuman matcha yang dekat dengan keseharian generasi muda. Siswa kemudian diberi kebebasan mencari referensi melalui platform digital seperti YouTube dan TikTok untuk memperkaya ide.

Latih Berpikir Kritis dan Reflektif

Selain praktik, siswa juga diajak melakukan refleksi terhadap proses yang telah dijalani. Metode ini terbukti mampu mendorong kemampuan berpikir reflektif dan metakognitif.

Salah satu siswa menilai pentingnya riset dan pengembangan (R&D) sebelum memasarkan produk. Hal ini dinilai krusial untuk menemukan komposisi terbaik dengan biaya efisien serta sesuai dengan selera konsumen.

Diskusi juga berkembang ke aspek ekonomi, seperti trade-off antara harga dan kualitas. Siswa mulai memahami konsep biaya total, biaya marjinal, hingga strategi menentukan laba optimal dan elastisitas permintaan.

Antusiasme Tinggi Siswa

Selama kegiatan berlangsung, antusiasme siswa terlihat tinggi. Bahkan, beberapa kelompok secara sukarela mengulang proses pembuatan demi mendapatkan hasil yang lebih baik.

Hal ini menunjukkan bahwa integrasi STEAM dengan kewirausahaan mampu menciptakan suasana belajar yang tidak hanya menarik, tetapi juga menantang dan relevan dengan kebutuhan dunia nyata.

Pendekatan STEAM-preneurship dinilai menjadi alternatif efektif bagi para pendidik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, sekaligus menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan yang menuntut kreativitas, kemampuan analisis, serta jiwa kewirausahaan. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|