Donald Trump Bakal Tutup Konsulat AS di Medan, Ini Alasannya

2 hours ago 4

Harianjogja.com, JAKARTA— Pemerintah Amerika Serikat (AS) di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump mengusulkan penutupan Konsulat Jenderal AS di Medan sebagai bagian dari kebijakan efisiensi jaringan diplomatik di berbagai negara. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memangkas biaya operasional pemerintahan sekaligus merampingkan struktur diplomatik Amerika Serikat di luar negeri.

Selain kantor diplomatik di Medan, pemerintah AS juga mengusulkan penutupan sejumlah perwakilan diplomatik di Kanada, Jepang, Kamerun, dan Grenada.

Dikutip melalui Aninews, Kementerian Luar Negeri AS telah menyampaikan pemberitahuan kepada sejumlah komite di Kongres AS pada akhir pekan lalu mengenai rencana tersebut.

Selain Konsulat Jenderal AS di Medan, daftar kantor diplomatik yang diusulkan ditutup meliputi:

Konsulat AS di Nagoya, Jepang
Konsulat AS di Winnipeg, Kanada
Kantor Cabang Kedutaan Besar AS di Douala, Kamerun
Kedutaan Besar AS di St. George's, Grenada

Informasi tersebut disampaikan oleh sumber yang mengetahui isi pemberitahuan kepada Kongres dengan syarat identitasnya tidak dipublikasikan karena dokumen resmi belum diumumkan kepada publik.

Bagian dari Restrukturisasi Pemerintahan Trump

Rencana penutupan sejumlah kantor diplomatik tersebut disebut sebagai langkah yang jarang dilakukan Amerika Serikat karena tidak dipicu oleh situasi krisis geopolitik tertentu.

Kebijakan itu merupakan kelanjutan pembahasan yang telah dimulai sejak awal tahun lalu pada masa pemerintahan Presiden Donald Trump.

Saat itu, Departemen Luar Negeri AS mengevaluasi kemungkinan menutup hampir selusin misi diplomatik sebagai bagian dari restrukturisasi birokrasi federal yang sejalan dengan agenda America First.

Laporan tersebut juga menyebut Kantor Manajemen dan Anggaran Gedung Putih (Office of Management and Budget/OMB) sempat mengusulkan pemangkasan yang lebih besar dengan menutup sekitar 30 misi diplomatik di luar negeri.

Sejumlah pejabat pemerintahan berpendapat bahwa beberapa kantor diplomatik berukuran kecil tidak lagi dianggap memiliki peran penting maupun efisien dari sisi biaya operasional.

Rencana Tuai Kritik

Usulan tersebut mendapat kritik dari Partai Demokrat serta sejumlah mantan pejabat kebijakan luar negeri dan keamanan nasional Amerika Serikat.

Mereka menilai pengurangan kehadiran diplomatik Washington di berbagai negara, ditambah pembubaran Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID), berpotensi melemahkan pengaruh global AS.

Menurut mereka, kondisi tersebut juga dapat membuka peluang yang lebih besar bagi China dan Rusia untuk memperluas pengaruh internasionalnya.

Saat dimintai tanggapan, Departemen Luar Negeri AS tidak membenarkan maupun membantah rencana penutupan kantor diplomatik tersebut.

Meski demikian, lembaga itu menegaskan tetap berkomitmen mempertahankan kehadiran diplomatik Amerika Serikat yang "efisien dan efektif" serta memastikan seluruh proses mengikuti mekanisme pemberitahuan kepada Kongres sesuai ketentuan perundang-undangan.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga membela kebijakan penghematan anggaran pemerintahan Trump.

Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk merampingkan Departemen Luar Negeri AS yang dinilai terlalu besar dan birokratis.

Laporan itu juga mencatat China tidak memiliki kantor diplomatik di Douala maupun Winnipeg.

Namun, Beijing memiliki kehadiran diplomatik di St. George's, Nagoya, dan Medan. Kondisi tersebut dinilai sejumlah pengamat dapat memperbesar ruang pengaruh China apabila Amerika Serikat benar-benar mengurangi kehadiran diplomatiknya di lokasi-lokasi tersebut.

Selama ini, Konsulat Jenderal AS di Medan menjadi salah satu perwakilan diplomatik Washington di luar Kedutaan Besar AS di Jakarta.

Wilayah kerjanya mencakup sejumlah provinsi di Pulau Sumatra, termasuk memberikan pelayanan konsuler bagi warga negara AS serta memperkuat hubungan ekonomi, pendidikan, dan kebudayaan antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|