Diduga Masalah Ekonomi, Ibu di Kebumen Ajak Dua Anaknya Bunuh Diri

1 month ago 18

Suasana rumah TKP keluarga diduga bunuh diri akibat jeratan masalah ekonomi (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, KEBUMEN -- Seorang ibu berinisial AA (44 tahun), warga Buayan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah (Jateng), memutuskan mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri bersama dua putranya, yakni AT (5 tahun) dan AAW (8 tahun). Namun AAW berhasil selamat. Tindakan AT diduga dipicu masalah ekonomi.

Kapolsek Buayan Iptu Walali Saebani mengungkapkan, peristiwa bunuh diri AT dan putranya terjadi pada Selasa (6/1/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Peristiwa itu dilaporkan warga setelah AAW, yang berhasil kabur karena memberontak ketika hendak digantung, menemui pamannya yang kediamannya berada di depan rumah korban.

Malam itu, rumah paman AAW tampak gulita. AAW kemudian memutuskan berjalan ke arah jalan. Setelah sekitar 50 meter, AAW akhirnya bertemu pamannya. Dia kemudian menceritakan tentang tindakan yang dilakukan oleh AA kepadanya dan adiknya, yakni AT.

Paman AAW, bersama dua warga lainnya, lantas menyambangi kediaman AA. Ketika masuk rumah, mereka mendapati AA dan AT sudah tergantung pada kusen pintu kamar.

"Anaknya yang besar, yang umur 8 tahun, Alhamdulillah selamat karena sempat diajak sama ibunya untuk gantung tapi menolak dan kabur," ungkap Iptu Walali Saebani ketika dihubungi di Kebumen, Sabtu (10/1/2026).

Walali menduga, AA memutuskan mengakhiri hidupnya bersama dua putranya karena terjerat masalah ekonomi. "Yang jelas lebih ke masalah ekonomi. Karena kurang lebih dua tahun ditinggal suaminya, tidak diurus," ucapnya menjelaskan  motif AA melakukan bunuh diri.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|