Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (27/6/2025).
REPUBLIKA.CO.ID, PUTRAJAYA -- Pemerintah Malaysia telah memutuskan semua kementerian, lembaga pemerintah, dan perusahaan terkait pemerintah tidak akan mengadakan perayaan open house Idul Fitri tahun ini. Hal ini sebagai bagian dari upaya mendorong pengeluaran yang lebih bijaksana di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim mengatakan keputusan tersebut disepakati dalam rapat Kabinet, Rabu (11/3/2026). Ini dimaksudkan untuk menandakan perlunya disiplin fiskal yang lebih besar di seluruh sektor publik.
“Sebagai tanda kepemimpinan harus mulai mengambil langkah-langkah yang lebih positif, saya telah memutuskan bersama Kabinet bahwa semua lembaga pemerintah dan BUMN tidak akan menyelenggarakan perayaan open house Idul Fitri,” kata Anwar pada konferensi pers khusus yang disiarkan langsung di halaman Facebook-nya, dilansir di Malay Mail, Rabu.
Ini mengirimkan pesan bahwa pengeluaran harus lebih bijaksana dan moderat. Selain itu, Anwar mengatakan para menteri, pejabat pemerintah, dan departemen juga akan menghadapi pembatasan perjalanan luar negeri.
Ia mengatakan kunjungan luar negeri hanya akan diizinkan untuk agenda yang sudah dijadwalkan dan dianggap penting.

4 hours ago
1
















































