CKG dan TBC Diintegrasikan, Magelang Jadi Percontohan

3 hours ago 4

Jumali

Jumali Rabu, 16 September 2026 12:27 WIB

CKG dan TBC Diintegrasikan, Magelang Jadi Percontohan

CKG dan TBC Diintegrasikan, Magelang Jadi Percontohan/Istimewa-prokompimkotamgl

KOTA MAGELANG — Pemerintah mendorong integrasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan upaya penemuan dan penanggulangan tuberkulosis (TBC) untuk mempercepat deteksi kasus di masyarakat.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr. Benjamin Paulus Octavianus mengatakan, penanganan TBC menjadi salah satu prioritas pemerintah mengingat tingginya beban kasus penyakit tersebut di Indonesia.

“Penanganan TBC menjadi prioritas utama,” kata Benjamin dalam kegiatan di Aula RSUD Tidar Kota Magelang, Selasa (15/9/2026) malam.

Menurut Benjamin, pemerintah tidak hanya memperkuat pengobatan pasien TBC, tetapi juga meningkatkan upaya pencegahan dan penemuan kasus sedini mungkin.

Pemantauan penanganan TBC dilakukan di sejumlah daerah untuk melihat langsung kendala yang dihadapi di lapangan. Di Kota Magelang, tingginya aktivitas layanan kesehatan juga menunjukkan peran kota tersebut sebagai rujukan bagi masyarakat dari wilayah sekitar.

Benjamin mencontohkan, dengan jumlah penduduk sekitar 130 ribu jiwa, secara perhitungan kebutuhan tempat tidur rumah sakit di Kota Magelang sekitar 130 unit. Namun, kapasitas tempat tidur yang terisi dapat mencapai lebih dari 400 unit.

"Kondisi tersebut, menunjukkan Kota Magelang menjadi salah satu tujuan rujukan pasien dari daerah sekitar, termasuk dalam penanganan TBC. Karena Kota Magelang pelayanan bagus, dan bisa jadi percontohan," katanya.

Di sisi lain, pelaksanaan CKG secara nasional telah dimanfaatkan lebih dari 95 juta orang. Jawa Tengah menjadi provinsi dengan tingkat partisipasi CKG tertinggi di Indonesia. Salah satunya berkat hadirnya program Dokter Spesialis Keliling (Spelling).

Bagi Pemerintah Kota Magelang, CKG tidak hanya menjadi sarana pemeriksaan kesehatan, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk untuk menemukan kasus TBC lebih awal.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan penemuan kasus harus diikuti dengan pengobatan dan pemantauan hingga pasien menyelesaikan seluruh rangkaian terapi.

“Penemuan kasus harus sedini mungkin, pasien segera mendapat pengobatan, dan pengobatan dipastikan sampai tuntas,” ujarnya.

Pemerintah Kota Magelang akan memperkuat peran puskesmas, RSUD, kader kesehatan, pemerintah kelurahan, dan masyarakat dalam penemuan serta penanganan kasus TBC.

Upaya tersebut juga dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan perangkat daerah, dunia pendidikan, perguruan tinggi, dunia usaha, dan unsur masyarakat.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus mengatakan penanggulangan TBC membutuhkan kolaborasi pemerintah secara berjenjang, mulai dari tingkat pusat hingga daerah dan masyarakat.

“Saat ini fokus utama kita adalah meningkatkan upaya pencegahan,” kata Wiyagus.

Menurut dia, kolaborasi tersebut perlu diperkuat hingga tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa, dan posyandu. Sosialisasi kepada masyarakat juga penting untuk meningkatkan pemahaman bahwa TBC dapat disembuhkan dan pengobatan harus dijalankan sampai tuntas.

Integrasi CKG dengan penanggulangan TBC diharapkan memperluas jangkauan penemuan kasus, sehingga pasien dapat lebih cepat memperoleh penanganan dan upaya pencegahan penularan dapat dilakukan sejak dini. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|