China Dikabarkan Mulai Pasok Bantuan Rudal ke Iran Hadapi AS-Israel

2 hours ago 4

China Dikabarkan Mulai Pasok Bantuan Rudal ke Iran Hadapi AS-Israel Foto ilustrasi rudal atau peluru kendali. / Freepik

Harianjogja.com, ANKARA—Peta kekuatan geopolitik di Timur Tengah diprediksi bakal bergeser setelah China dikabarkan mulai mengalihkan dukungannya kepada Iran.

Beijing disebut-sebut mulai menyuplai bantuan finansial hingga komponen strategis terkait rudal di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Laporan CNN pada Jumat (6/3/2026) yang mengutip tiga sumber tepercaya menyebutkan bahwa selama ini China cenderung menghindari keterlibatan langsung.

Namun, pejabat intelijen AS kini memantau secara ketat adanya indikasi perubahan posisi Beijing yang mulai memberikan suku cadang penggnti serta dukungan finansial kepada Teheran guna memperkuat pertahanan mereka.

Selama ini, China dikenal sebagai pembeli utama minyak mentah Iran dan memiliki kepentingan besar dalam menjaga keamanan navigasi di Selat Hormuz bagi kapal komersialnya.

Seorang sumber intelijen menekankan bahwa Beijing sangat berhati-hati dalam memberikan dukungan lantaran konflik terbuka yang meluas dapat mengancam stabilitas ketahanan energi nasional mereka.

Selain China, Rusia diduga kuat telah berbagi citra satelit dan intelijen penargetan militer dengan Iran, termasuk data pergerakan pasukan AS di kawasan tersebut. Meskipun laporan ini kian santer terdengar, Badan Intelijen Pusat (CIA) sejauh ini masih menolak untuk memberikan komentar resmi terkait dugaan keterlibatan Moskow dalam berbagi data strategis itu.

Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih setelah serangan besar-besaran AS-Israel terhadap Iran pada akhir pekan lalu yang menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Tragedi tersebut memicu serangan balasan Iran yang meluncurkan ribuan drone serang dan ratusan rudal ke berbagai fasilitas militer, kedutaan besar, hingga sasaran sipil di Israel.

Insiden mematikan juga terjadi pekan lalu ketika serangan pesawat nirawak Iran di Kuwait menewaskan enam tentara AS dan melukai sejumlah personel lainnya. Serangan udara AS dan Israel sendiri tercatat telah menghantam lebih dari 2.000 lokasi di wilayah Iran sebagai bagian dari operasi militer besar-besaran yang terus meningkat skalanya di seluruh kawasan Timur Tengah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|