ChatGPT Kini Punya Versi Remaja, Ada Fitur Cegah Nyontek

3 hours ago 4

Harianjogja.com, JOGJA— OpenAI resmi meluncurkan ChatGPT for Teens, versi chatbot kecerdasan buatan yang dirancang khusus untuk pengguna berusia 13 hingga 17 tahun. Fitur ini hadir dengan sistem keamanan lebih ketat sekaligus pendekatan belajar yang mendorong remaja memahami materi, bukan sekadar mendapatkan jawaban.

Peluncuran ChatGPT for Teens dilakukan pada Selasa (18/8/2026) waktu Amerika Serikat atau Rabu (19/8/2026) dini hari WIB. Kehadiran fitur khusus remaja tersebut berlangsung ketika penggunaan chatbot AI oleh anak dan remaja semakin mendapat perhatian karena berkaitan dengan keamanan, kesehatan mental, dan kebiasaan belajar.

Berbeda dengan penggunaan ChatGPT untuk orang dewasa, versi remaja dirancang dengan sejumlah pembatasan tambahan. OpenAI juga memberikan perangkat bagi orang tua untuk mengatur penggunaan chatbot oleh anak mereka.

ChatGPT Tak Sekadar Memberikan Jawaban

Reuters mengungkapkan, salah satu perubahan utama ChatGPT for Teens berada pada cara chatbot membantu pengguna mengerjakan tugas sekolah.

Alih-alih langsung memberikan jawaban, sistem dirancang untuk mengarahkan remaja melalui pertanyaan dan tahapan pemecahan masalah. Pendekatan ini ditujukan agar AI menjadi alat bantu belajar, bukan sarana untuk mengambil jalan pintas dalam menyelesaikan tugas.

Fitur Study Mode menjadi bagian penting dari pendekatan tersebut. Mode ini membantu pengguna mempelajari materi secara bertahap dan memahami proses penyelesaian suatu persoalan.

OpenAI juga menyediakan Study Hours yang memungkinkan pengguna atau orang tua menentukan waktu tertentu agar Study Mode aktif secara default.

Selain itu, terdapat Responsible Homework Reminder. Fitur ini dapat mengenali ketika pengguna mencoba mencari jalan pintas untuk menyelesaikan pekerjaan rumah dan kemudian mengarahkan mereka kembali menggunakan Study Mode.

Dengan mekanisme tersebut, ChatGPT for Teens tidak hanya diarahkan untuk memberikan informasi, tetapi juga membantu membangun kebiasaan belajar yang lebih aktif.

Perlindungan untuk Pengguna di Bawah 18 Tahun

Dari sisi keamanan, OpenAI menerapkan perlindungan tambahan berdasarkan prinsip Under-18 Principles yang dikembangkan dengan masukan dari para ahli perkembangan manusia.

Salah satu perlindungan tersebut berupa pembatasan terhadap percakapan mengenai sejumlah topik berisiko tinggi. Materi terkait menyakiti diri sendiri, kekerasan, gangguan makan, aktivitas berbahaya, serta konten seksual eksplisit atau grafis akan mendapatkan pembatasan lebih ketat.

ChatGPT for Teens juga dirancang untuk menghindari interaksi emosional yang dapat mendorong ketergantungan pengguna terhadap chatbot.

Sistem tidak akan menggunakan bahasa romantis, mendorong ketergantungan emosional, atau memberikan kesan bahwa AI memiliki perasaan dan kesadaran seperti manusia.

OpenAI turut menambahkan fitur penggunaan sehat, termasuk pengingat agar pengguna beristirahat. Sistem juga memberikan penanda yang jelas bahwa pengguna sedang berinteraksi dengan AI, bukan manusia.

Untuk perlindungan privasi, sistem juga akan memberikan peringatan ketika remaja hendak mengunggah gambar yang bersifat sensitif atau pribadi.

Orang Tua Bisa Mengatur Penggunaan ChatGPT

Kehadiran ChatGPT for Teens juga memberikan peran lebih besar kepada orang tua.

OpenAI memperluas fitur Parental Controls sehingga akun orang tua dapat ditautkan dengan akun anak remaja. Setelah terhubung, orang tua dapat mengatur sejumlah aspek penggunaan ChatGPT.

Salah satunya adalah Quiet Hours, yang memungkinkan orang tua menentukan waktu tertentu ketika ChatGPT tidak dapat digunakan oleh akun remaja.

Orang tua juga dapat menerima notifikasi keamanan ketika sistem mendeteksi situasi berisiko tinggi. Contohnya adalah indikasi percakapan yang berkaitan dengan menyakiti diri sendiri atau gangguan makan.

Namun, sistem kontrol ini tidak memberikan akses kepada orang tua untuk membaca seluruh riwayat percakapan anak. Kebijakan itu tetap mempertahankan ruang privasi bagi pengguna remaja.

Sistem Memperkirakan Usia Pengguna

ChatGPT for Teens dapat aktif ketika sistem OpenAI memperkirakan pengguna berusia di bawah 18 tahun. Fitur tersebut juga berlaku ketika pengguna mendaftarkan diri dengan mencantumkan usia 13 hingga 17 tahun.

OpenAI menggunakan sejumlah sinyal untuk memperkirakan usia pengguna. Informasi yang diberikan saat pendaftaran, sinyal akun, pola perilaku, serta mekanisme verifikasi dapat digunakan dalam proses tersebut.

Jika sistem memperkirakan pengguna masih berusia di bawah 18 tahun, perlindungan khusus untuk remaja dapat diterapkan.

Langkah ini menjadi penting karena usia pengguna tidak selalu dapat ditentukan hanya berdasarkan informasi yang diberikan saat membuat akun.

Diluncurkan di Tengah Sorotan terhadap AI

Peluncuran ChatGPT for Teens berlangsung ketika penggunaan chatbot AI oleh anak dan remaja mendapat sorotan semakin besar.

Platform AI dan media sosial menghadapi perhatian publik serta tuntutan hukum terkait dugaan dampak terhadap kesehatan mental anak. OpenAI juga sebelumnya menghadapi kritik dan gugatan yang mengaitkan penggunaan chatbot dengan kasus pengguna yang mengalami masalah serius.

Kondisi itu membuat persoalan keamanan pengguna di bawah umur menjadi salah satu tantangan penting dalam pengembangan teknologi AI.

Melalui ChatGPT for Teens, OpenAI berupaya mempertahankan manfaat AI untuk pendidikan sekaligus menambahkan lapisan perlindungan yang lebih ketat bagi remaja.

Bagi orang tua, kehadiran fitur ini berarti penggunaan AI oleh anak tidak lagi hanya berkaitan dengan kemampuan chatbot menjawab pertanyaan. Cara AI membentuk kebiasaan belajar, interaksi emosional, privasi, serta pola penggunaan juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|