Bukan Hadiah, Predikat Unggul UNM Lahir dari 25 Tahun Perjalanan dan Perbaikan

7 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seperempat abad bukanlah perjalanan singkat bagi sebuah perguruan tinggi. Selama 25 tahun, Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis terus bertumbuh, bertransformasi, dan melahirkan generasi yang diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Memperingati Dies Natalis ke-25, Rektor UNM Prof Dr Ir Dwiza Riana, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang UNM. Perjalanan ini tak terlepas dari dukungan berbagai pihak dan semangat seluruh civitas akademika untuk terus mengembangkan institusi.

“Tentu rasa syukur luar biasa, UNM yang sebelumnya adalah STMIK Nusa Mandiri, akhirnya sampai juga ya ke usia yang ke-25 tahun,” ujar Prof Dwiza dalam keterangan yang dikutip Rabu (12/8/2026).

Ia menjelaskan, perjalanan UNM dimulai pada 2001 dalam bentuk akademi. Dua tahun kemudian, yakni 2003, institusi ini berkembang menjadi sekolah tinggi, hingga akhirnya mengalami transformasi menjadi UNM pada 2021.

“Jadi berawal dari tahun 2001 dalam bentuk akademi, kemudian dilanjutkan 2003 menjadi sekolah Ttnggi, dan pada 2021 berubah bentuk menjadi UNM,’’ jelasnya.

Menurut Prof Dwiza, perjalanan 25 tahun tentu tak mudah. Berbagai proses dan tantangan bisa dilalui karena rasa percaya diri serta dukungan banyak pihak, khususnya internal dosen dan seluruh civitas akademika yang membawa UNM berkembang.

“Tentu perjalanan 25 tahun ini bukan sesuatu yang mudah, tetapi itu dibangun dengan rasa kepercayaan diri, dukungan dari semua pihak, baik dari internal dosen. Tapi saya percaya yang melandasi itu semua adalah niat baik untuk bermanfaat bagi bangsa dan negara,” katanya.

Selama perjalanan tersebut, UNM telah menghasilkan banyak lulusan yang menjadi bagian dari masyarakat dan dunia kerja. Prof Dwiza menegaskan, lulusan salah satu bentuk kontribusi UNM sehingga keberadaannya harus terus diupayakan.

“UNM sudah banyak berbuat selama 25 tahun, sudah banyak juga alumni yang dihasilkan dari pembelajaran di kampus ini. Tentu kami menyadari produk yang dihasilkan selalu diupayakan agar bermanfaat bagi bangsa dan negara,” ungkapnya.

Ia menambahkan, UNM tidak ingin berhenti pada jumlah lulusan yang telah dihasilkan. Lebih dari itu, universitas terus berupaya memastikan lulusan yang dihasilkan memiliki kualitas dan mampu memberikan kontribusi setelah menyelesaikan pendidikan.

Perjalanan 25 tahun UNM juga semakin bermakna dengan hadirnya sejumlah pencapaian akademik. Salah satunya melalui kepercayaan yang diberikan pemerintah melalui Lembaga Akreditasi Mandiri Informatika dan Komputer (LAM INFOKOM), dengan seluruh Program Studi di bawah Fakultas Teknologi Informasi (FTI) berhasil meraih predikat Unggul.

Prof Dwiza menjelaskan, sebelumnya Prodi Sistem Informasi, Prodi Informatika jenjang sarjana, serta Prodi Informatika jenjang Magister telah memperoleh predikat Unggul. Pencapaian ini kemudian dilanjutkan pada tahun ini melalui Prodi Sains Data dan Prodi Informatika jenjang doktoral yang juga memperoleh predikat Unggul.

“Dan tahun ini menyusul dua prodi, yaitu Prodi Sains Data untuk Unggul, kemudian untuk prodi yang baru, Prodi Informatika S3 atau Program Doktoral juga mendapatkan Unggul,” jelasnya.

Bagi Prof Dwiza, predikat Unggul bukan sekadar hadiah yang diterima UNM. Lebih jauh, ini bukti terdapat proses perbaikan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh masing-masing program studi bersama seluruh civitas akademika.

“Unggul bukan hal yang semata-mata diterima sebagai sebuah hadiah, tapi ini menunjukkan masing-masing kaprodi, tim, dan sivitas akademika sudah melakukan satu progres perbaikan,” katanya menegaskan.

Proses tersebut dilakukan melalui penerapan PPEPP atau Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan. Berbagai masukan yang diperoleh dalam proses akreditasi tidak berhenti sebagai catatan, tetapi diterapkan untuk memperbaiki kualitas penyelenggaraan pendidikan di berbagai bidang.

“PPEPP dilakukan, yaitu melaksanakan apapun masukan yang ada di akreditasi kemudian diterapkan. Kami memperbaiki diri di segala bidang sehingga penilaian di setiap butir-butir instrumen itu menghasilkan kepercayaan bahwa prodi-prodi di UNM itu bisa menjadi Unggul,” tuturnya.

Capaian ini diharapkan menjadi energi baru bagi seluruh civitas akademika UNM untuk tidak cepat berpuas diri. Predikat Unggul justru menjadi tanggung jawab baru untuk terus memberikan kualitas pendidikan terbaik kepada mahasiswa dan memenuhi harapan orang tua serta seluruh stakeholder.

“Mudah-mudahan ini menjadi semangat bagi semua untuk memberikan yang lebih baik lagi kepada mahasiswa, kepada orang tua, kepada seluruh stakeholder yang ada di UNM,” harap Prof Dwiza.

Memasuki usia 25 tahun, UNM pun tidak menjadikan pencapaian tersebut sebagai titik akhir. Seperempat abad perjalanan menjadi fondasi untuk terus melakukan perbaikan, meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat kontribusi lulusan, serta menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|