25 Tahun UNM, Rektor: Perjalanan Panjang Dibangun dari Kepercayaan dan Niat Baik

7 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Universitas Nusa Mandiri (UNM) memperingati perjalanan 25 tahun sebagai institusi pendidikan tinggi yang terus tumbuh dan beradaptasi di tengah perubahan zaman.

Momentum Dies Natalis ke-25 ini menjadi ruang refleksi atas perjalanan panjang yang telah dilalui sekaligus pengingat bahwa keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak dibangun dalam waktu singkat.

Perayaan dihadiri Ketua Yayasan Indonesia Nusa Mandiri Sigit Swasono Djauhari secara daring dan secara langsung oleh Rektor UNM Prof Dr Ir Dwiza Riana, serta Dekan Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Dr Anton, dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Dr Ida Zuniarti.

Kegiatan ini juga diikuti seluruh civitas akademika UNM yang menjadi bagian penting dari perjalanan universitas selama seperempat abad.

Bagi Prof Dwiza, usia 25 tahun bukan sekadar angka yang menandai lamanya sebuah institusi berdiri. Ini perjalanan panjang yang diisi berbagai proses, tantangan, pembelajaran, serta kerja bersama dari banyak pihak yang memiliki keyakinan terhadap masa depan UNM.

“Tentu perjalanan 25 tahun ini bukan sesuatu hal yang mudah ya, tetapi itu dibangun dengan rasa kepercayaan diri, dukungan dari semua pihak, ya, baik dari internal dosen,” ujar Prof Dwiza dalam keterangan yang dikutip Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, perjalanan panjang sebuah perguruan tinggi tidak mungkin bertumpu pada satu pihak. Keberlangsungan dan perkembangan UNM hasil kolaborasi dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, mitra, serta seluruh pihak yang terus memberikan dukungan terhadap perkembangan institusi.

Di balik berbagai pencapaian dan proses panjang ini, Prof Dwiza menilai terdapat satu hal yang menjadi fondasi utama perjalanan UNM sebagai Kampus Digital Bisnis. Bukan sekadar target, angka, maupun pencapaian institusi, melainkan niat untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

“Saya percaya yang melandasi itu semua adalah niat baik untuk bermanfaat bagi bangsa dan negara,” tegasnya. Pernyataan tersebut menjadi refleksi penting dalam peringatan Dies Natalis ke-25 UNM.

Sebab, perjalanan pendidikan tinggi pada akhirnya bukan hanya tentang seberapa lama sebuah institusi mampu bertahan, tetapi seberapa besar keberadaannya mampu menghadirkan dampak bagi lingkungan dan masyarakat.

Selama 25 tahun, UNM terus berupaya menempatkan pendidikan, teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia sebagai bagian dari kontribusinya menghadapi perubahan dunia yang semakin dinamis.

Kehadiran FTI dan FEB juga menjadi bagian dari upaya UNM dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan industri melalui pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman.

Momentum seperempat abad ini sekaligus menjadi titik untuk melihat kembali perjalanan yang telah dilalui.

Ada banyak tantangan yang berhasil dilewati, ada berbagai perubahan yang menuntut kemampuan beradaptasi, dan ada kerja keras banyak orang yang mungkin tidak selalu terlihat, tetapi menjadi fondasi bagi pertumbuhan UNM.

Kini memasuki usia 25 tahun, UNM tidak berhenti pada perayaan. Dies Natalis menjadi pengingat, perjalanan pendidikan tinggi masih panjang dan tantangan ke depan akan semakin kompleks.

Dunia pendidikan harus terus bergerak mengikuti perkembangan teknologi, kebutuhan industri, serta perubahan karakter generasi yang akan menjadi bagian dari masa depan bangsa.

Dengan semangat kebersamaan seluruh civitas akademika, UNM menjadikan usia 25 tahun sebagai momentum memperkuat komitmen dan melangkah ke masa depan.

Sebab, seperempat abad bukanlah garis akhir, melainkan sebuah babak baru untuk terus tumbuh, berinovasi, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi bangsa dan negara.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|