Bukan China, Korea Untung Paling Besar dari Krisis 2026

10 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa chip Korea Selatan SK Hynix mendapat keuntungan besar di tengah krisis memori yang melanda dunia sejak akhir tahun lalu. Perusahaan berencana memperluas produksi saat lonjakan permintaan di sektor AI masih tinggi.

Untuk mencari modal baru, SK Hynix memutuskan untuk melakukan pencatatan saham di Amerika Serikat (AS). Rencana itu sempat diungkapkan pada Desember lalu.

Terbaru, perusahaan mengumumkan telah mengajukan dokumen rahasia kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC). Langkah ini berpotensi untuk pencatatan saham di Wall Street pada 2026, dikutip dari CNBC Internasional, Kamis (26/3/2026).

Dalam pengajuan regulasi, SK Hynix menyatakan akan melanjutkan pencatatan American Depositary Receipts (ADR) pada 2026. Sebagai informasi ADR adalah sertifikat yang bisa diperdagangkan dan diterbitkan oleh bank AS yang mewakili saham di perusahaan asing.

ADR akan menggunakan saham yang sudah ada, daripada saham baru. Jadi akan membuat nilai tetap terjaga untuk pemegang saham yang sudah ada.

"Keputusan akhir mengenai pencatatan saham akan dibuat setelah mempertimbangkan dengan komprehensif tinjauan SEC pada permohonan, kondisi pasar, perkiraan permintaan dan faktor relevan lain," isi dokumen pengajuan.

Informasi soal ukuran, metode dan jadwal penawaran publik belum tersedia.

Menurut media lokal yang dikutip CNBC Internasional, SK Hynix mempertimbangkan mengumpulkan dana sekitar 10-15 triliun won (Rp 112,3 triliun-Rp 168,4 triliun).

Pada hari Rabu kemarin, CEO Kwak Noh-Jung menyebut SK Hynix berencana mengumpulkan lebih dari 100 triliun won (Rp 1.123 triliun) dalam kas bersih. Uang tersebut rencananya sebagai investasi strategis jangka panjang.

Sebelumnya, Komisaris Utama SK Group Chey Tae-Won menyatakan kekurangan pasokan wafer chip global bakal berlanjut hingga 2030. Alasannya, permintaan atas chip untuk AI pertumbuhannya tidak bisa diimbangi oleh kapasitas produksi.

SK Group adalah konglomerasi asal Korea Selatan pemilik SK Hynix, satu dari tiga produsen chip memori terbesar dunia. SK Hynix adalah penguasa 57 persen pasar dari high-bandwidth memory (HBM) yaitu teknologi DRAM yang ditumpuk secara vertikal dan memegang 32 persen dari pasar DRAM global.

Kapasitas SK Hynix hanya bisa diimbangi oleh perusahaan satu negaranya, yaitu Samsung. Produsen chip ketiga yang berbasis di Amerika Serikat adalah Micron.

Pernyataan Chey disampaikan di sela konferensi developer yang digelar oleh Nvidia di San Jose, California.

"AI membutuhkan banyak sekali HBM, untuk membuat HBM kami menggunakan banyak sekali wafer," kata Chey. "Oleh karena itu, kami membutuhkan waktu untuk mengadakan lebih banyak wafer, paling tidak 4-5 tahun. Kekurangan saat ini bisa berlanjut hingga 2030. Menurut perhitungan kami, kami kekurangan 20 persen," kata Chey.

(dem/dem)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|