BP3MI NTT tempatkan 4.163 pekerja migran selama 2025.
REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG, – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Timur melaporkan penempatan sebanyak 4.163 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke berbagai negara sepanjang tahun 2025. Mayoritas penempatan tersebut adalah ke Malaysia.
Kepala BP3MI NTT, Suratmi Hamida, mengungkapkan bahwa dari total penempatan tersebut, sekitar 90 persen merupakan pekerja sektor domestik atau rumah tangga. Pekerja migran dari NTT didominasi oleh perempuan, dengan sekitar 80 persen berpendidikan sekolah dasar.
Suratmi menjelaskan bahwa skema penempatan masih didominasi oleh private to private (P2P), yaitu kerja sama antara perusahaan di negara tujuan dan perusahaan di Indonesia, yang mencapai sekitar 90 persen.
Daerah penyumbang terbesar untuk penempatan pekerja migran ini adalah Sumba Barat Daya, Sumba Barat, dan Sumba Timur. Sementara itu, jumlah penempatan pada 2024 dan 2023 masing-masing tercatat sebanyak 1.401 orang dan 1.305 orang.
Tren Peningkatan Penempatan
Menurut Suratmi, terdapat tren peningkatan penempatan pekerja migran yang perlu direspons oleh pemerintah daerah dengan dukungan sarana dan prasarana, termasuk fasilitas layanan kesehatan untuk mendukung proses keberangkatan.
BP3MI NTT juga berkolaborasi dengan Astacita melalui program SMK Go Global untuk meningkatkan kompetensi calon PMI. Ini bertujuan agar generasi muda NTT mampu bersaing di pasar kerja global, mengingat angka pengangguran di NTT mencapai 92 ribu.
Suratmi mengingatkan calon pekerja migran untuk selalu mengutamakan jalur prosedural dan berkomunikasi dengan Dinas Tenaga Kerja setempat atau BP3MI NTT untuk mendapatkan informasi yang tepat.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

1 month ago
23

















































