BNPB: Kebakaran Gunung Bromo Meluas, Lahan Terbakar Capai 60 Hektare

1 hour ago 2

Newswire

Newswire Kamis, 06 Agustus 2026 09:37 WIB

 Kebakaran Gunung Bromo Meluas, Lahan Terbakar Capai 60 Hektare

Sejumlah petugas berupaya memadamkan kebakaran hutan di Blok Bantengan, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (4/8/2026). ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/wsj.\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, telah mencapai sekitar 60 hektare hingga Kamis (6/8/2026) pagi. Luasan area terdampak tersebar di wilayah Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Malang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan perhitungan tersebut merupakan hasil pendataan sementara tim gabungan hingga Rabu (5/8/2026) sore.

Kebakaran Melanda Probolinggo dan Malang

Menurut Abdul Muhari, sekitar 10 hektare lahan yang terbakar berada di kawasan Watu Gede, Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Sementara itu, kebakaran juga menghanguskan sekitar 50 hektare kawasan Jantur di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Malang.

Dengan demikian, total luas lahan yang terdampak kebakaran sementara ini mencapai sekitar 60 hektare.

BNPB menyebut kebakaran hutan di kawasan konservasi Gunung Bromo pertama kali terdeteksi pada Senin (3/8/2026) petang.

Meski kebakaran masih berlangsung, hingga kini belum terdapat laporan mengenai korban jiwa akibat insiden tersebut.

Upaya penanganan darurat masih dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Balai Besar TNBTS, Polisi Kehutanan (Polhut), serta para relawan.

Dalam operasi pemadaman, petugas mengerahkan armada pemadam kebakaran dan tangki air untuk menekan penyebaran api.

Abdul Muhari menjelaskan sejumlah titik api, termasuk di Blok Bantengan hingga Pusung Jantur, sempat berhasil dipadamkan. Namun, proses penanganan masih menghadapi kendala berupa medan terjal di lereng Kaldera Bromo dan embusan angin kencang yang mempercepat penyebaran api.

Drone dan Helikopter Diterjunkan

Untuk mempercepat pemetaan sekaligus pemadaman di lokasi yang sulit dijangkau, BPBD Jawa Timur mengoperasikan pesawat nirawak atau drone.

Perangkat tersebut digunakan untuk memetakan persebaran titik api di sekitar kawasan kaldera hingga tugu perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang.

Selain itu, tim gabungan juga mengerahkan helikopter pemadam guna mendukung operasi dari udara.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto mengatakan drone difungsikan untuk menyiram sisa bara api yang berada di lokasi sulit dijangkau petugas darat.

"Sebagai tambahan informasi bahwa Kepala BNPB sore ini barusan menengok lokasi kebakaran. Dan atas dukungan beliau dan juga atas support penuh dari ibu gubernur, selain helikopter, kami juga menggunakan drone untuk membantu pemadaman api," kata Gatot.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|