BNPB: 1,18 Juta Liter Air Bersih Disalurkan untuk Warga Klaten

4 hours ago 3

 1,18 Juta Liter Air Bersih Disalurkan untuk Warga Klaten

Foto ilustrasi dropping air bersih ke wilayah terdampak kekeringan. /Istimewa

Harianjogja.com, KLATEN—Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 10.407 jiwa di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, masih bergantung pada bantuan 1,18 juta liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat dampak musim kemarau. Bantuan tersebut telah disalurkan secara bertahap selama hampir satu bulan terakhir kepada warga di wilayah yang mengalami kekeringan.

Data BNPB menunjukkan warga terdampak berasal dari 3.148 kepala keluarga (KK) yang tersebar di empat desa di Kecamatan Kemalang, yakni Desa Kendalsari, Desa Tegalmulyo, Desa Tlogowatu, dan Desa Sidorejo.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan pemerintah daerah terus mengintensifkan penanganan krisis air bersih melalui koordinasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten dan pemerintah desa.

Distribusi Air Bersih Dilakukan Bertahap

Menurut Abdul, bantuan air bersih telah disalurkan sepanjang 15 Juni hingga 13 Juli 2026 sebagai bagian dari upaya penanganan darurat kekeringan.

"Pasokan air bersih sebanyak 1,18 juta liter itu didistribusikan melalui 236 armada tangki air bersih yang dikerahkan secara berkala ke lokasi-lokasi terdampak kekeringan," kata Abdul Muhari di Jakarta, Selasa.

Distribusi dilakukan secara bertahap agar pasokan air tetap tersedia bagi masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh sumber air bersih selama musim kemarau.

Sidorejo Terima Alokasi Terbanyak

BNPB mencatat penyaluran bantuan dibagi sesuai kebutuhan di masing-masing desa terdampak.

Rinciannya, Desa Kendalsari menerima 46 tangki air, Desa Tegalmulyo memperoleh 51 tangki, Desa Tlogowatu mendapat 67 tangki, sedangkan Desa Sidorejo menerima alokasi terbanyak, yakni 72 tangki air bersih.

Distribusi tersebut menjadi langkah pemerintah untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah menurunnya ketersediaan air akibat musim kemarau.

Mitigasi Berlanjut Hingga Puncak Kemarau

Abdul menegaskan penyaluran bantuan air bersih akan terus dilakukan sebagai bagian dari langkah mitigasi darurat pemerintah.

Upaya tersebut juga bertujuan menjaga ketahanan masyarakat menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada September hingga Oktober 2026.

Dengan koordinasi antara BPBD Kabupaten Klaten dan pemerintah desa, distribusi logistik air bersih diharapkan dapat terus menjangkau seluruh warga yang masih terdampak kekeringan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|