Batam Ditargetkan Jadi Pusat Eksekusi Industri, Bukan Hanya Pemberi Insentif

1 month ago 18

Kapal kargo bersandar di kawasan pelabuhan dan industri maritim Batam, Kepulauan Riau, Rabu (14/1/2026). Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat realisasi investasi sepanjang 2025 di kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Batam mencapai Rp54,7 triliun atau sekitar 91 persen dari target tahunan sebesar Rp60 triliun.

REPUBLIKA.CO.ID, BATAM — BP Batam menegaskan daya saing utama Batam dalam menarik investasi global bukan lagi sekadar insentif, melainkan kecepatan dan kepastian eksekusi proyek. Hal ini ditekankan Deputi Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, dalam Singapore Manufacturing Federation Summit 2026 di Singapura, Jumat (30/1).

Batam sedang dipersiapkan sebagai platform eksekusi lengkap bagi industri manufaktur maju dan berbasis teknologi. Fokus pengembangannya bertumpu pada tiga pilar utama: penyelarasan infrastruktur yang siap pakai, reformasi perizinan terintegrasi untuk memangkas birokrasi, dan pengembangan talenta industri yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem di mana investor dapat bergerak dari keputusan investasi ke fase produksi secara lancar dan terprediksi.

Dalam forum tersebut, BP Batam secara aktif mempromosikan Batam sebagai ekosistem industri siap eksekusi di Asia Tenggara. Mereka juga menggelar pertemuan strategis dengan Foreign Direct Investment Advisory United Overseas Bank (UOB) untuk membahas kolaborasi penguatan arus investasi. “Kami menekankan kesiapan operasional dan kepastian proses sebagai faktor kunci,” ujar Fary.

Dengan pendekatan baru ini, Batam tidak hanya ingin bersaing melalui insentif fiskal, tetapi membangun reputasi sebagai destinasi investasi yang efisien dan andal di kawasan.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|