Newswire Selasa, 04 Agustus 2026 12:27 WIB

Foto ilustrasi bank sampah anorganik, dibuat menggunakan Artificial Intelligence. - Freepik
Harianjogja.com, PURWOKERTO—Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mulai menjajaki kerja sama dengan Kota Ipoh, Malaysia, dalam pengelolaan sampah. Kolaborasi tersebut diarahkan pada pertukaran teknologi dan pengalaman untuk mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif sekaligus memiliki nilai ekonomi bagi kedua daerah.
Penjajakan itu menjadi tindak lanjut rencana kerja sama sister city atau kota kembar yang sebelumnya telah dibahas antara Banyumas dan Ipoh.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan penjajakan kerja sama dilakukan setelah menerima tim Selekta Spektra Sdn Bhd Ipoh di Ruang Joko Kahiman, Kompleks Pendopo Si Panji, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa.
Menurutnya, perusahaan tersebut telah ditunjuk oleh Pemerintah Kerajaan Malaysia untuk menangani pengelolaan sampah di negara tersebut.
"Kami kedatangan tamu dari Ipoh, Malaysia, dari Selekta Spektra. Mereka perusahaan yang sudah ditunjuk oleh Pemerintah Kerajaan Malaysia untuk pengelolaan sampah di Malaysia," katanya.
Sadewo menjelaskan, Banyumas dan Ipoh memiliki tujuan yang sama dalam pengelolaan sampah meskipun teknologi yang diterapkan masih berbeda. Ia menilai sistem di Banyumas relatif lebih sederhana, tetapi telah menunjukkan perkembangan yang dapat menjadi bahan pembelajaran bersama.
"Sehingga saling belajar apa yang menjadi kelebihan Banyumas dipelajari oleh Ipoh, kemudian apa yang menjadi kelebihan Ipoh dipelajari oleh Banyumas. Mudah-mudahan bisa terjadi sinergi yang menguntungkan kedua belah pihak," katanya.
Banyumas Tawarkan Lokasi Uji Coba Teknologi
Dalam pertemuan tersebut, Sadewo juga menawarkan Banyumas sebagai lokasi uji coba teknologi pengelolaan sampah sebelum nantinya diterapkan di Kota Ipoh.
Menurutnya, Kabupaten Banyumas telah mengembangkan konsep pengelolaan sampah yang tidak hanya berorientasi pada pengurangan limbah, tetapi juga mampu menghasilkan nilai ekonomi melalui pendekatan zero waste to money atau bebas dari sampah menjadi uang.
"Saya tawarkan, trial (uji coba) di Banyumas. Kalau ini sukses, kemudian diterapkan di Ipoh," katanya.
Ia menambahkan, konsep tersebut memungkinkan sampah diolah menjadi sumber pendapatan dengan tahapan yang lebih ringkas dibandingkan sistem yang saat ini diterapkan di Ipoh.
Bupati Banyumas berharap komunikasi yang telah terjalin dapat segera diwujudkan dalam bentuk kerja sama konkret sehingga mampu memberikan manfaat bagi kedua daerah sekaligus memperkuat inovasi pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Ipoh Tertarik Pelajari Konsep Ekonomi Sirkular Banyumas
Ketua Pegawai Eksekutif Selekta Spektra Sdn Bhd, Eliza Lee, mengaku tertarik mempelajari teknologi pengelolaan sampah yang dikembangkan di Banyumas. Menurutnya, sistem tersebut tidak hanya berfokus pada pengolahan limbah, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah melalui pendekatan ekonomi sirkular.
"Kami berharap dapat berbagi teknologi Banyumas yang mengubah limbah menjadi keuntungan, bukan sekadar pengolahan. Yang kita miliki hanyalah pengolahan, tetapi di sini ada ekonomi sirkular, limbah menjadi keuntungan, menjadi pendapatan, ada pemasukan," katanya.
Eliza berharap penjajakan tersebut menjadi awal kolaborasi yang saling menguntungkan. Ia juga menilai teknologi yang telah dikembangkan di Banyumas berpeluang diadaptasi dan diterapkan di Ipoh sesuai kebutuhan daerah tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































