REPUBLIKA.CO.ID, PEKALONGAN -- Banjir di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng), yang terjadi sejak Jumat (16/1/2026), belum menyurut. Sejumlah kecamatan masih tergenang dengan ketinggian antara 10 hingga 105 sentimeter. Sementara warga yang tinggal di pengungsian mencapai hampir dua ribu jiwa.
Kepala Bidang Pengendalian Operasi dan Pengelolaan Data Informasi BPBD Jateng, Armin Nugroho, mengungkapkan, berdasarkan data yang dihimpunnya hingga Selasa (20/1/2026), kecamatan di Pekalongan yang masih tergenang banjir antara lain Sragi, Siwalan, Wonokerto, Tirto, dan Buaran. Genangan tertinggi terpantau berada di Desa Pait, Kecamatan Siwalan, yakni mencapai antara 105 hingga 120 sentimeter.
Armin mengungkapkan, saat ini jumlah pengungsi akibat banjir di Pekalongan tercatat sebanyak 1.958 jiwa. Mereka tersebar di 25 posko pengungsian. Sebagian besar pengungsi berasal dari Kecamatan Tirto, Wonokerto, Sragi, dan Siwalan.
Armin mengatakan, BPBD memastikan kondisi pengungsi terus dipantau, terutama kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak. "Penyaluran bantuan logistik terus dilakukan ke lokasi pengungsian dan wilayah terdampak," ucapnya, Rabu (21/1/2026).
Menurut Armin, sebanyak 14 dapur umum telah didirikan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pengungsi dan warga terdampak. Dia menyebut, beberapa barang yang menjadi kebutuhan mendesak warga terdampak antara lain logistik, alas tidur, pampers ukura L/XL, obat-obatan, selimut, pembalut wanita, minyak telon, dan perlengkapan mandi.
Armin mengungkapkan, saat ini BPBD Kabupaten Pekalongan masih terus melakukan penanganan darurat. Hal itu dilakukan bekerja sama dengan kelompok relawan, termasuk PLN dan unsur lainnya.
Berdasarkan data BPBD Jateng, banjir di Pekalongan melanda 28 desa di enam kecamatan. Warga terdampak mencapai 59.729 jiwa. Banjir Pekalongan dipicu hujan intensitas tinggi. Namun sejauh ini, BPBD belum mencatat adanya korban jiwa akibat bencana tersebut.

1 month ago
20

















































