Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara akibat terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Agung Pramono, mengungkapkan, terdapat 10 kafilah acara Musabaqah Tilaqatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-31 yang berpotensi terhambat perjalanannya menyusul penutupan Bandara Soekarno-Hatta akibat terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau. MTQ Nasional ke-31 diagendakan digelar di Kota Semarang pada 11-20 September 2026.
Agung mengatakan, 10 kafilah MTQ Nasional yang berpotensi terhambat perjalanannya menuju Semarang yakni Maluku Utara, Papua Tengah, Lampung, Riau, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Nusa Tenggara Barat, Bangka Belitung, Maluku, dan Aceh. Dalam perjalanannya, sebagian di antara mereka melakukan transit di Bandara Sukarno-Hatta dan melanjutkan penerbangan ke Semarang. Sementara sebagian lainnya tujuan akhirnya adalah Bandara Sukarno-Hatta. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan ke Semarang via darat.
“Namun demikian, kalau memang Bandara Sukarno-Hatta masih positif paper test-nya atau masih ada abu vulkanik di sekitaran bandara, otomatis bandara itu close. Ini tidak bisa dihindari, kalau memang Bandara Sukarno-Hatta tidak beroperasi, berarti kan tidak bisa melaksanakan penerbangan ke Semarang,” ungkap Agung ketika memberikan keterangan kepada awak media di Kantor Pemprov Jateng, Senin (7/9/2026).
Dia mengatakan, perkembangan situasi terkait penutupan bandara harus dikoordinasikan dengan seluruh kafilah yang bakal mengikuti MTQ Nasional ke-31. “Kalau misalnya memang nanti Bandara Sukarno-Hatta tidak beroperasi, berarti mereka harus ada reschedule atau pengulangan jadwal atau pengalihan moda. Tapi kita siap di area transportasi daratnya,” ucapnya.
“Nanti dengan bantuan dari (pihak) perhubungan juga mungkin bisa dikomunikasikan untuk melalui jalur darat, kereta api ataupun mungkin menggunakan bus,” tambah Agung.

1 hour ago
2















































