Bahlil Tegaskan Impor BBM Bensin Pertalite-RON 98 Tidak Ada Masalah

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa sejauh ini impor Bahan Bakar Minyak (BBM) RI jenis bensin RON 90 (Pertalite) hingga RON 98 seperti Pertamax Turbo tidak mengalami gangguan, meski di tengah memanasnya konflik Timur Tengah dan ditutupnya Selat Hormuz.

Bahlil menyebut, impor jenis bensin tersebut tidak ada masalah karena impornya bukan dari Timur Tengah, melainkan dari Asia Tenggara.

Begitu juga dengan BBM Solar, menurutnya kini Indonesia tidak lagi mengimpor Solar, terutama sejak beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan pada Januari 2026 lalu.

"Impor Solar kan selesai, sekarang bensin 90-98 untuk impor jenis BBM ini tidak kita lakukan dari Middle East tapi dari luar Middle East dan Asia Tenggara, ini gak ada masalah," ungkapnya saat konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (03/03/2026).

Bahlil pun menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif. Terutama menyusul ditutupnya Selat Hormuz akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Bahlil membeberkan bahwa setiap harinya Selat Hormuz dilewati sekitar 20,1 juta barel minyak per hari. Adapun, sebagian minyak mentah yang diimpor Indonesia dari Timur Tengah juga melewati jalur tersebut.

"Atas arahan Bapak Presiden melihat perkembangan yang ada. Sekarang Selat Hormuz ditutup akibat perang Israel, Amerika, Iran ini dampaknya pada energi global," ujar Bahlil.

Ia pun memerinci, dari total impor minyak mentah RI, sekitar 20-25% berasal dari kawasan Timur Tengah yang distribusinya melalui selat itu. Sedangkan sisanya dipasok dari sejumlah negara lain seperti Afrika, Amerika Serikat, dan Brasil.

Oleh sebab itu, guna mengantisipasi kekurangan pasokan, pemerintah berencana mengalihkan sebagian impor minyak mentah dari Timur Tengah ke Amerika Serikat. Sehingga tidak terperangkap dinamika global yang saat ini masih berlangsung.

"Ini tidak bisa diramal kapan selesai. Ini gak bisa diramal. Bisa cepat bisa lambat. Kami ambil alternatif terjelek skenarionya sekarang ini crude dari Timur Tengah sebagian dialihkan ambil dari Amerika supaya ada kepastian ketersediaan," kata Bahlil.

(wia)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|