Aturan RI Mendunia, Inggris Ikut Langkah Indonesia

13 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Inggris tengah melakukan uji coba aturan pembatasan penggunaan media sosial bagi remaja, yang telah diluncurkan di berbagai negara termasuk Indonesia. Uji coba dilakukan selama enam minggu dengan berbagai skenario.

Larangannya berupa jam malam hingga pembatasan waktu penggunaan aplikasi tertentu. Jumlah remaja yang ikut uji coba sebanyak 300 orang, dikutip dari CNBC Internasional, Kamis (26/3/2026).

Program ini bagian dari konsultasi kesejahteraan digital yang diluncurkan tahun ini. Telah ada 30 ribu tanggapan dari orang tua dan anak mengenai pengaruh media sosial pada kesejahteraan anak dan berakhir 26 Mei.

Program mencakup empat jenis intervensi. Salah satunya kontrol orang tua menghapus atau menonaktifkan aplikasi tertentu.

Selain itu ada juga pemberlakuan batasan satu jam per hari bagi remaja untuk aplikasi populer, seperti Instagram, TikTok, dan Snapchat. Intervensi lainnya adalah memberlakukan jam malam 21:00 hingga 07:00, dan tidak membatasi media sosial sama sekali.

Sebelumnya anggota parlemen Inggris menolak proposal larangan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun dalam rancangan aturan kesejahteraan anak dan sekolah.

Organisasi keamanan online Inggris, Ofcom dan Kantor Komisioner Informasi juga mendesak perusahaan media sosial memastikan perlindungan bagi anak secara daring. Mulai dari menggunakan teknologi verifikasi usia dan mencegah orang asing menghubungi remaja.

Reuters juga melaporkan banyak remaja Inggris yang menolak wacana aturan tersebut. Menurut mereka, ada dampak baik dari penggunaan tiap platform.

Beberapa remaja lain mengatakan larangan akan sulit diterapkan. Bahkan kemungkinan mereka akan mencari alternatif lain yang lebih berbahaya saat penggunaan media sosial dibatasi.

Aturan pembatasan akses media sosial untuk warga berusia 16 tahun atau kurang berlaku efektif di Indonesia pada 28 Maret 2026.

Pembatasan tersebut diatur dalam PP Tunas, yang mengharuskan platform media sosial mulai menonaktifkan akun media sosial milik remaja dan anak. Platform media sosial harus menerapkan pembatasan akses pengguna berdasarkan faktor risiko masing-masing.

(dem/dem)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|