REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Sejumlah dosen Universitas Siliwangi (Unsil) mengembangkan kawasan rumah pangan lestari (KRPL) di Kampung Cihonje, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. Program tersebut menyasar keluarga berisiko stunting dengan mengembangkan budidaya ayam petelur, ikan lele, sayuran, dan buah-buahan di pekarangan rumah.
Kampung Cihonje dipilih karena memiliki angka stunting yang tinggi dan menghadapi keterbatasan akses terhadap pangan bergizi, terutama sumber protein hewani. Melalui pengembangan KRPL, masyarakat didampingi untuk memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan bagi kebutuhan rumah tangga.
Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Unsil Iseu Siti Aisyah mengatakan, program tersebut dilakukan untuk mendorong keluarga berisiko stunting memanfaatkan pekarangan secara berkelanjutan. Program tersebut dilaksanakan bersama Posyandu Melati.
"Atas dasar tersebut, tim pengabdian mengembangkan konsep KRPL terintegrasi yang mengombinasikan budidaya ayam, ikan, sayuran dan buah-buahan," ucap dia bersama tim Andhy Romdani dan Aulia Putri Wahyuningtyas, Selasa (19/8/2026).
Program yang memperoleh dukungan dana hibah BIMA Kemendiktisaintek tersebut juga mencakup pendampingan budidaya. Keluarga berisiko stunting mendapatkan pelatihan mengenai teknik pemeliharaan ayam dan ikan serta budidaya tanaman.
Selain itu, masyarakat mendapatkan pelatihan mengolah limbah organik rumah tangga menjadi pakan alternatif untuk ternak dan pupuk. Tim juga memberikan pelatihan pengolahan hasil panen menjadi produk pangan, seperti nugget dan sosis berbahan dasar ikan lele.
Iseu mengatakan, rangkaian pelatihan tersebut ditujukan agar keluarga dapat meningkatkan ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga sekaligus memanfaatkan hasil budidaya secara lebih optimal.
Sejumlah hasil budidaya mulai dapat dimanfaatkan warga. Sayuran yang ditanam di pekarangan telah dapat dipanen untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari, sementara ayam petelur mulai menghasilkan telur.
Hasil tersebut diharapkan dapat menambah ketersediaan pangan bergizi bagi keluarga sekaligus mengurangi pengeluaran untuk membeli sejumlah bahan pangan.
Tim PKM Unsil berharap pengembangan KRPL dapat memperkuat ketahanan pangan dan pemenuhan gizi keluarga di Kampung Cihonje. Program tersebut juga diharapkan mendukung upaya penurunan prevalensi stunting di Kelurahan Karanganyar dan target nasional penurunan stunting di bawah 14 persen.
Ketua Posyandu Melati Dede Oting mengapresiasi pendampingan yang dilakukan dosen Unsil. Menurutnya, keluarga berisiko stunting mulai merasakan manfaat dari hasil budidaya berupa sayuran dan telur yang dapat dikonsumsi sehari-hari.
Ia berharap pendampingan dapat terus berlanjut agar semakin banyak keluarga yang mampu memenuhi sebagian kebutuhan pangan secara mandiri dan kasus stunting di Kampung Cihonje dapat terus menurun.

4 hours ago
5















































