Asrama Haji YIA Berbasis Hotel, Menu Jemaah Dijamin Higienis

2 hours ago 1

Asrama Haji YIA Berbasis Hotel, Menu Jemaah Dijamin Higienis Chef Vici Tren saat menunjukan masakan yang disajikan untuk para jemaah haji di embarkasi YIA, Minggu (26/4/2026). Harian Jogja/Khairul Ma'arif - suasana dapur yang menjadi proses awal memasak hingga penyediaan asupan bagi para jemaah haji embarkasi YIA, Minggu (26/4/2026). Harian Jogja - Khairul Ma'arif.

Harianjogja.com, KULONPROGO—Asrama haji Yogyakarta International Airport (YIA) resmi memanfaatkan hotel sebagai fasilitas utama, dengan Novotel Yogyakarta International Airport Kulon Progo–ibis Yogyakarta International Airport Kulon Progo ditetapkan sebagai lokasi menginap jemaah. Konsep ini menjadi yang pertama di Indonesia, sekaligus menghadirkan layanan konsumsi dengan standar gizi dan higienitas ketat bagi jemaah haji.

Selain menyediakan akomodasi, fasilitas ini juga memastikan kebutuhan konsumsi jemaah terpenuhi melalui pengelolaan dapur profesional. Menu makanan disiapkan langsung oleh Executive Chef Novotel-Ibis, Vici Tren, yang memiliki pengalaman panjang di industri kuliner.

“Gramasi nasi dan sayurnya sudah dari Dinas Kesehatan ditentukan, untuk makanannya kita yang milih terus diajukan untuk mereka approve,” ujar Vici kepada wartawan, Senin (27/4/2026).

Ia menegaskan seluruh proses, mulai dari pengolahan hingga penyajian makanan, dilakukan secara higienis dengan standar internasional. Kebersihan dapur menjadi prioritas utama untuk menjaga kualitas makanan yang dikonsumsi jemaah.

Menurut Vici, tidak ada perlakuan berbeda meskipun ini menjadi pengalaman pertama timnya melayani jemaah haji. Namun, penyesuaian dilakukan pada tekstur makanan, khususnya bagi jemaah lanjut usia.

“Untuk jemaah lansia makanannya empuk diutamakan karena mayoritas usia 45 ke atas,” lanjutnya.

Proses penyajian makanan dilakukan dalam waktu dua jam, dan makanan yang tidak dikonsumsi dalam rentang waktu tersebut akan langsung dibuang untuk menjaga kualitas. Jika ada jemaah yang membutuhkan makanan setelah itu, dapur akan menyiapkan menu baru.

“Termasuk coffe break, snack atau dinner semuanya sama standarnya dua jam sampai tiga jam dibuang. Jadi semuanya fresh,” ungkap Vici.

Dalam setiap shift, Vici dibantu enam hingga tujuh tenaga dapur untuk memastikan pelayanan berjalan optimal. Setiap jemaah menerima satu porsi makanan sekitar 500 gram yang terdiri dari nasi, sayur, dan lauk, umumnya ayam, dengan standar halal yang dijaga sejak pemilihan bahan hingga proses pengolahan.

Proses pencucian hingga pemotongan bahan juga dilakukan sesuai ketentuan halal dalam Islam, sehingga keamanan konsumsi tetap terjaga. Vici menambahkan, variasi menu dibuat bergilir agar tidak membosankan bagi jemaah.

“Kita kerja pakai hati jadi tidak ada tantangan, jadi senang melayani jemaah. Menu makanan yang kita sajikan pun biasanya berbeda-beda rolling terus tidak sama,” ucapnya.

Menu yang disajikan mencakup beragam pilihan, seperti ayam semur, tumis orak-arik, telur rebus, hingga ayam rempah untuk sarapan. Sementara menu makan malam meliputi ayam bakar, ikan goreng, dan daging, dengan kandungan gizi seimbang yang selalu diperhatikan, terutama asupan protein.

Setiap hidangan juga melalui pemeriksaan dari Balai Kekarantinaan Kesehatan DIY guna memastikan keamanan pangan.

“Guidancenya yang penting tidak pedas, tidak bersantan, sama sayuran yang tidak boleh seperti kol sama nangka karena bergas. Kita cari yang aman-aman saja,” jelas Vici.

Sementara itu, Wakil Bupati Kulonprogo, Ambar Purwoko, turut mencicipi langsung menu yang disajikan dan menilai kualitasnya sudah memenuhi standar rasa dan gizi. Ia berharap konsep asrama haji berbasis hotel ini mampu memberikan kenyamanan maksimal bagi seluruh jemaah yang akan berangkat melalui YIA, seiring peningkatan layanan haji di daerah tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|