AS Gunakan Pangkalan Inggris untuk Operasi Militer terhadap Iran

4 hours ago 2

AS Gunakan Pangkalan Inggris untuk Operasi Militer terhadap Iran Foto ilustrasi radar pesawat. / Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA— Amerika Serikat mulai menggunakan sejumlah pangkalan militer di Inggris untuk melakukan operasi pertahanan khusus terhadap Iran, menurut pernyataan Kementerian Pertahanan Inggris pada Sabtu.

Pernyataan tersebut menyebut langkah itu dilakukan untuk mencegah Iran meluncurkan serangan rudal yang dapat membahayakan wilayah dan warga Inggris.

“Amerika Serikat telah mulai menggunakan pangkalan-pangkalan Inggris untuk operasi pertahanan khusus guna mencegah Iran menembakkan rudal ke wilayah tersebut, sehingga membahayakan nyawa warga Inggris,” demikian pernyataan kementerian yang dikutip oleh Sky News.

Jet Tempur Inggris Ikut Operasi

Selain penggunaan pangkalan militer, Inggris juga mengerahkan sejumlah aset militernya untuk mendukung operasi di kawasan Timur Tengah.

Jet tempur Eurofighter Typhoon dan F-35 Lightning II dilaporkan terlibat dalam operasi udara di wilayah Yordania, Qatar, dan Siprus.

Pemerintah Inggris juga mengerahkan helikopter AgustaWestland AW101 Merlin ke kawasan tersebut.

Demonstrasi di Siprus

Di tengah meningkatnya ketegangan, ratusan orang dilaporkan berkumpul di pusat kota Nicosia pada Sabtu untuk memprotes keberadaan pangkalan militer Inggris di Siprus.

Menurut laporan Cyprus Mail, para demonstran membawa spanduk bertuliskan “Siprus bukan landasan peluncuranmu” dan “Pangkalan Inggris keluar.”

Presiden Siprus, Nikos Christodoulides, pada Jumat juga tidak menutup kemungkinan bahwa isu masa depan pangkalan militer Inggris di pulau tersebut akan dibahas setelah konflik di Timur Tengah berakhir.

Konflik Memanas

Ketegangan regional meningkat sejak 28 Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran.

Serangan tersebut menyebabkan kerusakan serta korban jiwa di kalangan warga sipil.

Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.

Serangan awal AS dan Israel disebut sebagai tindakan “pencegahan” terhadap program nuklir Iran. Namun, kemudian muncul pernyataan yang mengindikasikan keinginan untuk terjadinya perubahan kekuasaan di Iran.

Dalam serangan hari pertama operasi militer tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas. Pemerintah Iran kemudian menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengecam pembunuhan Khamenei dan menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional yang sinis.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Rusia mengutuk operasi militer AS dan Israel serta menyerukan deeskalasi segera dan penghentian permusuhan di kawasan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|