
Ilustrasi anggaran/APBN - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 diperkirakan mencapai Rp4.097,2 triliun. Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (Banggar DPR) RI menegaskan besarnya anggaran tersebut harus memberikan arti besar bagi pertumbuhan, pemerataan, dan keadilan ekonomi.
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah mengatakan belanja negara untuk pertama kalinya dalam sejarah menembus lebih dari Rp4 ribu triliun. Menurut dia, besarnya angka tersebut sekaligus membawa tanggung jawab besar untuk memastikan pendapatan negara mampu menopang kebutuhan belanja.
"Namun di balik angka yang besar, ada tanggung jawab besar pula untuk mencapai pendapatan negara yang besar pula," ujar Said dalam keterangan di Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Banggar Soroti Target Pajak
Said menyebut terdapat dua tiang utama untuk mencapai pendapatan negara yang besar, yakni perpajakan dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Untuk perpajakan, ia meminta pemerintah berhati-hati. Alasannya, ketika ekonomi rumah tangga cenderung berada di bawah pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), masyarakat memiliki sensitivitas terhadap bentuk pemajakan baru.
Dalam Rancangan APBN (RAPBN) tahun depan, Said melihat adanya target kenaikan Pajak Penghasilan (PPh) Rp64,8 triliun dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Rp132,8 triliun.
Ia berharap kenaikan target tersebut bersifat alamiah sebagai dampak pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian, peningkatan penerimaan bukan berasal dari pemajakan baru yang berpotensi membebani rakyat.
Target PNBP 2027 Justru Menurun
Selain pajak, Banggar DPR mencermati target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dalam RAPBN 2027. Berbeda dengan target kenaikan PPh dan PPN, target PNBP justru lebih rendah dibandingkan outlook 2026.
Dari outlook 2026, realisasi PNBP diperkirakan mencapai Rp575 triliun. Sementara itu, RAPBN 2027 menargetkan PNBP sebesar Rp517,4 triliun.
Said tidak menampik harga komoditas ekspor tahun depan berpotensi rendah. Namun, menurut dia, perbaikan tata kelola sumber daya alam yang baik sebagaimana yang diinstruksikan Presiden Prabowo Subianto seharusnya dapat membuat target PNBP 2027 tetap tinggi.
"Kami berharap target ini diperhitungkan kembali," ungkapnya.
APBN Harus Punya Tujuan dan Ukuran yang Jelas
Said menegaskan persoalan APBN ke depan tidak hanya mengenai besaran anggaran. Setiap program harus memiliki tujuan yang jelas, termasuk ukuran dan korelasi langsung dengan pertumbuhan, pemerataan, dan keadilan ekonomi.
Prinsip tersebut akan terus dipegang Banggar DPR dalam pembahasan RAPBN 2027 bersama pemerintah.
Pandangan Banggar DPR tersebut disampaikan di tengah laporan pemerintah mengenai kinerja pengelolaan fiskal dan sejumlah indikator ekonomi serta sosial.
Menkeu: Ekonomi 2025 Tumbuh 5,11%
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pengelolaan fiskal yang efektif melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 telah mendorong perbaikan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut tercermin dari sejumlah indikator ekonomi dan sosial.
“Terjaganya resiliensi perekonomian Indonesia didukung oleh kebijakan fiskal yang efektif telah mendorong perbaikan kesejahteraan masyarakat,” ujar Menkeu dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-3 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027, di Jakarta, Kamis.
Purbaya melaporkan perekonomian Indonesia pada 2025 tetap tumbuh sebesar 5,11 persen di tengah berbagai tantangan ekonomi global. Pada periode yang sama, inflasi tercatat sebesar 2,92% dan defisit anggaran berada pada level 2,81% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Salah satu indikator yang mencerminkan peningkatan kesejahteraan masyarakat adalah tingkat pengangguran. Purbaya memaparkan tingkat pengangguran pada Agustus 2025 tercatat sebesar 4,85%, turun dibandingkan Agustus 2024 yang mencapai 4,91%.
Penurunan juga terjadi pada tingkat kemiskinan. Tingkat kemiskinan pada September 2025 tercatat sebesar 8,25%, turun dibandingkan September 2024 yang mencapai 8,57%.
Purbaya menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi dalam menjaga perekonomian nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara


















































