Apakah Rusia akan Menjadi Negara Islam pada 2100?

4 hours ago 6

Ribuan umat muslim di Rusia (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW— Dalam sebuah artikel yang dimuat di situs Voennoye Obozreniye, penulis Aleksandr Adentsov menyoroti sejumlah data demografi yang menunjukkan penurunan jumlah penduduk etnis Rusia.

Menurutnya, antara 2002 dan 2010, jumlah penduduk Rusia keturunan asli Rusia berkurang sekitar 4,9 juta jiwa. Berdasarkan sensus penduduk 2021, jumlah tersebut kembali menyusut sekitar 7 juta jiwa.

Bersamaan dengan penurunan jumlah etnis Rusia, persentase pemeluk Kristen Ortodoks juga disebut mengalami kemerosotan.

Adentsov menilai Rusia tengah menghadapi krisis peradaban yang serius. Krisis tersebut, menurutnya, tidak hanya menyangkut persoalan ekonomi, tetapi juga menyentuh keberlangsungan eksistensi bangsa dan negara.

Dia menjelaskan bahwa berdasarkan data kependudukan tahun 2020 menurut afiliasi agama, jumlah Muslim di Rusia mencapai 14,5 juta jiwa atau sekitar 10 persen dari total penduduk.

Pada 2024, jumlah tersebut diperkirakan meningkat menjadi sekitar 20 juta jiwa atau 13,6 persen. Dengan demikian, Rusia untuk pertama kalinya masuk dalam daftar 20 negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia.

Menurut Adentsov, apabila kondisi tersebut tidak berubah, jumlah etnis Rusia akan menyusut menjadi sekitar 90 juta jiwa pada 2040. Sementara itu, proporsi mereka diperkirakan dapat turun hingga 50 persen pada 2060.

Di sisi lain, masyarakat Muslim di kawasan Kaukasus disebut mengalami pertumbuhan penduduk yang tinggi.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|