Nelayan mengemudikan perahu usai melaut di muara Karangsong, Indramayu, Jawa Barat.
REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Pendangkalan ekstrem di muara Karangsong, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memicu kemarahan para nelayan setempat. Gerakan Nelayan Pantura (GNP), Koperasi Perikanan Laut (KPL) Mina Sumitra, dan para juragan kapal pun mengancam akan melancarkan aksi unjuk rasa ke Jakarta jika pemerintah tak kunjung membenahi infrastruktur di kawasan tersebut.
Kondisi muara yang makin kritis itu selama ini membuat alur pelayaran kapal-kapal nelayan menjadi terhambat. Tak hanya kapal masuk, armada yang hendak melaut pun ikut terjebak.
Situasi tersebut salah satunya seperti yang dialami oleh Kapal Motor (KM) Gajah Samudra. Kapal yang membawa muatan ikan dari perairan Papua itu terpaksa tertahan empat hari tanpa bisa bersandar untuk membongkar muatannya.
Ketua GNP, Kajidin, menjelaskan, parahnya pendangkalan muara itu dipicu rusaknya breakwater (pemecah gelombang). Kerusakan tersebut menyebabkan endapan lumpur laut terus menerus masuk ke area muara tanpa penghalang.
Dia menilai, pengerukan berulang kali akan sia-sia jika breakwater tidak diperbaiki secara permanen. Untuk itu, para nelayan berharap agar masalah tersebut segera diatsi oleh pemerintah.
"Kondisinya sudah sangat parah,” tukas Kajidin.

4 hours ago
3














































