Sejumlah guru madrasah swasta melakukan aksi damai di depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/2/2026). Aksi yang diikuti guru madrasah swasta dari berbagai daerah tersebut menuntut DPR mendorong kebijakan yang menjamin tidak adanya diskriminasi terhadap guru madrasah swasta dalam berbagai aspek, termasuk kesejahteraan dan perlindungan profesi. Aksi damai ini menjadi momentum bersama untuk memperjuangkan keadilan, pengakuan, serta peningkatan kesejahteraan guru madrasah swasta di seluruh Indonesia.
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Kabar baik datang dari Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag). Insentif bagi guru madrasah Non ASN akan mulai cair pada akhir Juni 2026.
Informasi ini disampaikan Menteri Agama Prof Nasaruddin Umar sebelum melakukan Rapat Kerja dengan Komisi VIII, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta. “Alhamdulillah, tahun baru ini kita awali dengan berbagi kabar baik. Insya Allah, insentif guru madrasah non ASN akan mulai cair pada akhir Juni 2026," ujar Nasaruddin dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Tim Direktorat GTK Madrasah Ditjen Pendidikan Islam yang telah bekerja keras menyiapkan kelengkapan administratif bagi pencairan tunjangan ini.
Nasaruddin juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas dedikasi para guru madrasah yang telah mengabdikan diri dalam mencerdaskan anak bangsa. Menag berkomitmen untuk terus memperjuangkan dan memperhatikan kesejahteraan mereka.
Dirjen Pendidikan Islam Amin Suyitno menambahkan, saat ini pihaknya tengah merampungkan buku rekening kolektif bagi guru madrasah non ASN penerima insentif. "Ini tentu perlu waktu dan kerja keras tim GTK Madrasah," kata Amin.
"Nantinya, setiap guru akan menerima insentif sebesar satu setengah juta dan itu langsung masuk ke rekening mereka,”kata dia.

2 hours ago
2
















































