Akibat Kabut Asap, Juara Bertahan MTQ Cabang Disabilitas Netra Sempat Terancam Gagal Berangkat

4 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, Siti Farhatun Nufus (22 tahun) adalah salah satu peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI cabang Tilawah Disabilitas Netra yang digelar di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Juara 1 MTQ Nasional XXX disabilitas netra di Samarinda, Kalimantan Timur, pada 2024 lalu ini tekun berlatih meski menyandang predikat sebagai juara bertahan. Nufus, yang berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat, mengasah terus kemampuan tilawahnya.

Meski demikian, dia mengaku sempat cemas tak bisa berangkat ke Semarang dan gagal mengikuti MTQ Nasional XXXI. Hal itu karena wilayahnya diselimuti kabut asap. “Sudah lebih dari satu bulan kabut asapnya,” kata Nufus ketika diwawancara seusai mengikuti fase penyisihan MTQ Nasional cabang Tilawah Disabilitas Netra yang diselenggarakan di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Semarang pada Senin (14/9/2026).

Saat hendak bertolak ke Semarang dari Bandara Supadio pada Jumat (11/9/2026), penerbangan Nufus dan pendampingnya, Salbiah, sempat masuk jadwal penundaan akibat kabut asap. “Di lubuk hati saya mengatakan, ‘Berangkat enggak ini’,” kata Salbiah. 

Salbiah mengungkapkan, pesawatnya dan Nufus seharusnya bertolak ke Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang pukul 10.40 WIB. Namun setelah menunggu lebih dari dua jam, maskapai penerbangan mereka akhirnya memastikan dapat melakukan penerbangan. Pukul 12.45 WIB, pesawat mereka akhirnya lepas landas dari Bandara Supadio dan langsung menuju Semarang.

“Alhamdulillah saya bersyukur sekali (tidak batal terbang ke Semarang). Jawa Tengah itu salah satu provinsi yang ingin saya kunjungi,” ucap Nufus. 

Baik Nufus maupun Salbiah mengakui bahwa kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan sudah kerap dihadapi Kalimantan Barat setiap tahunnya. Namun mereka mengakui bahwa tahun ini bekapan kabut asap terjadi lebih lama. “Biasanya satu bulan sudah hilang, ini sekarang sudah sekitar tiga bulan,” kata Salbiah. 

Meski wilayahnya sedang menghadapi kabut asap, Nufus mengaku tetap mempersiapkan diri secara maksimal untuk mengikuti MTQ Nasional XXXI. “Dari LPTQ Provinsi Kalimantan Barat, kami dibina selama kurang lebih sembilan bulan, dimulai dari awal Januari 2026 sampai menjelang keberangkatan,” ujarnya. 

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|