Wanita Muslimah di Masjid Baiturrahman Aceh. Ilustrasi.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sejarah perjuangan melawan kolonial Belanda di Aceh tidak hanya diwarnai kiprah para ulama laki-laki dan pejuang di medan perang.
Teungku Fakinah menjadi salah satu sosok perempuan yang tampil di garis depan. Selain dikenal sebagai ulama dan pendidik Islam, ia juga memimpin pasukan sebagai panglima perang dan menjadi salah satu tokoh yang disegani dalam perlawanan rakyat Aceh terhadap Belanda.
Teungku Fakinah lahir sekitar 1856 M di Desa Lam Diran atau Lam Beunot, Aceh Besar. Ia merupakan salah satu tokoh perempuan Aceh yang memiliki peran penting dalam perjuangan melawan penjajahan Belanda.
Selain dikenal sebagai panglima perang, Teungku Fakinah juga merupakan ulama dan pendidik Islam.
Dua peran tersebut menjadi salah satu hal yang membedakannya dari sejumlah pahlawan perempuan Aceh lainnya.
Sebelum Perang Aceh meletus, Teungku Fakinah telah mengabdikan dirinya dalam pendidikan Islam di dayah yang didirikan oleh keluarganya.
Ketika perang berkecamuk, ia turut terjun ke medan perjuangan dan tampil sebagai seorang panglima yang disegani oleh lawan.
Setelah kembali dari medan perang, ia kembali menjalankan perannya sebagai ulama dan pendidik di dayah.

7 hours ago
5

















































