REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Dalam upaya memperkuat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, Rumah Zakat menyelenggarakan Webinar Nasional bertajuk 'Membangun Kembali Sumatera', Kamis (5/2/2026). Acara ini membahas inovasi Huntara Papan, sebuah konsep yang mengubah material kayu yang sering kali menjadi pemicu bencana menjadi solusi hunian berkelanjutan bagi masyarakat terdampak.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi Rumah Zakat bersama Pemda Aceh Utara, UGM, BNPB, Subklaster Shelter, dan Humanitarian Forum Indonesia. CEO Rumah Zakat, Irvan Nugraha menyampaikan pentingnya kolaborasi agar dapat saling melengkapi dalam kegiatan respons dan pemulihan bencana.
Dalam kesempatan itu, Asisten I Pemerintahan Daerah Kabupaten Aceh Utara Fauzan menyampaikan kondisi terkini bencana di Aceh Utara. Dia mengapresiasi peran Rumah Zakat dan menekankan pentingnya sinergi antar lembaga dalam memulihkan wilayah Sumatera pascasituasi darurat.
Panel Ahli dan Diskusi Strategis
Webinar ini menghadirkan para pakar dan praktisi dari berbagai latar belakang sebagai narasumber dan penanggap. Moderator kegiatan adalah Widowati (Direktur Eksekutif HFI). Diskusi membedah program dan tantangan pembangunan hunian pascabencana banjir dan longsor di Sumatera, khususnya di Aceh Utara.
Kepala Divisi Kemanusiaan Rumah Zakat, Al Razi Izzatul Yazid memaparkan program hunian Rumah Zakat yang menghadirkan hunian berkelanjutan yang aman, nyaman, dan bermartabat. Sebanyak 100 unit hunian sementara dari papan dibangun di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Proses pembangunan dilakukan berkolaborasi dengan UGM yang memfasilitasi pelatihan pertukangan sekaligus mendesain rumah.
Material papan diperoleh dari kayu-kayu yang terbawa banjir dan longsor, kemudian diolah menjadi papan oleh masyarakat setempat. Pembangunan hunian sementara ini menggunakan skema cash for work sehingga masyarakat mendapatkan penghasilan. Kegiatan ini turut menggerakkan ekonomi lokal dan mempercepat pemulihan warga.
Masyarakat dilibatkan dalam proses pembangunan dengan menyesuaikan kebutuhan mereka. Target penerima manfaat adalah keluarga dengan kelompok berisiko tinggi. Pelibatan masyarakat ini merupakan bagian dari komitmen Rumah Zakat dalam menerapkan Standar Inti Kemanusiaan yang menjadi rujukan lembaga kemanusiaan.
Dari perspektif akademis, Kepala Laboratorium Struktur, Departemen Teknik Sipil FT UGM Ashar Saputra memaparkan konsep Rumah Geunira sebagai solusi cepat hunian sementara pascabencana. Rumah papan hasil desain tim UGM merupakan rumah kayu yang dapat dibongkar pasang dan dibangun dalam waktu empat hari.
Konsep ini menjawab kebutuhan mendesak hunian bagi penyintas yang masih tinggal di tenda, dengan biaya lebih rendah di tengah kenaikan harga material bangunan. Selain itu, pemanfaatan kayu yang terbawa banjir juga menjadi solusi atas permasalahan material yang tersedia di lokasi bencana.

2 hours ago
4
















































