7 Maskapai Ini Larang Penggunaan Power Bank Selama Penerbangan

4 hours ago 5

Jumali

Jumali Senin, 21 September 2026 15:27 WIB

7 Maskapai Ini Larang Penggunaan Power Bank Selama Penerbangan

Power bank premium RAVPower/Ist-RAVPower

Harianjogja.com, JOGJA—Penumpang pesawat yang membawa power bank perlu memperhatikan aturan maskapai sebelum melakukan perjalanan. Sejumlah maskapai membatasi penggunaan perangkat tersebut selama penerbangan, sementara beberapa di antaranya juga mengatur jumlah, kapasitas, dan lokasi penyimpanannya.

Kebijakan ini berkaitan dengan risiko baterai lithium yang dapat mengalami panas berlebih, mengeluarkan asap, atau terbakar. Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat mencatat insiden penerbangan yang melibatkan baterai lithium, termasuk kejadian berupa asap, api, dan panas ekstrem. FAA juga mengingatkan bahwa catatan insidennya bukan daftar lengkap seluruh kejadian.

Berikut tujuh maskapai atau kelompok maskapai yang menerapkan pembatasan power bank.

1. AirAsia

AirAsia memperketat aturan penggunaan dan pengisian daya power bank mulai 1 April 2025. Dalam pengumumannya, maskapai menyebut power bank dengan kapasitas maksimal 100 watt-jam (Wh) atau 20.000 miliampere-jam (mAh) diperbolehkan dibawa. Perangkat berkapasitas 100–160 Wh memerlukan persetujuan maskapai saat check-in.

Penumpang sebaiknya memeriksa ketentuan terbaru untuk penerbangan yang akan digunakan, karena aturan dapat diperbarui dan bisa berbeda menurut operator AirAsia.

2. Thai Airways

Thai Airways melarang penggunaan power bank di dalam pesawat mulai 15 Maret 2025. Kebijakan tersebut diumumkan pada 7 Maret 2025 sebagai langkah keselamatan bagi penumpang dan awak kabin.

Larangan ini mencakup penggunaan perangkat selama berada di pesawat. Penumpang perlu memastikan power bank yang dibawa tetap memenuhi ketentuan pengangkutan baterai.

3. Maskapai Korea Selatan

Otoritas penerbangan Korea Selatan memperketat ketentuan power bank di kabin. Kebijakan yang diberlakukan maskapai Korea mencakup larangan menempatkan power bank di kompartemen bagasi atas dan pembatasan penggunaan maupun pengisian dayanya selama penerbangan.

Penumpang perlu menyimpan perangkat di tempat yang mudah dijangkau, sesuai instruksi maskapai. Karena ketentuan dapat berbeda antarmaskapai, pastikan kembali aturan operator yang tercantum pada tiket.

4. Singapore Airlines

Singapore Airlines melarang penggunaan power bank untuk mengisi daya perangkat pribadi selama penerbangan. Penumpang juga tidak diperbolehkan mengisi ulang power bank melalui port USB atau sumber daya di kursi pesawat. Aturan tersebut berlaku mulai 1 April 2025.

Power bank harus dibawa dalam bagasi kabin dan tidak boleh dimasukkan ke bagasi terdaftar. Singapore Airlines mengizinkan perangkat hingga 100 Wh tanpa persetujuan khusus, sedangkan kapasitas di atas 100 Wh hingga 160 Wh memerlukan persetujuan maskapai.

5. EVA Air

EVA Air melarang penggunaan dan pengisian daya power bank serta baterai lithium cadangan selama penerbangan mulai 1 Maret 2025.

Power bank tidak boleh dimasukkan ke bagasi terdaftar. Perangkat harus dibawa di bagasi kabin dan disimpan dengan benar untuk menghindari tekanan atau kerusakan.

6. Hong Kong Airlines

Hong Kong Airlines melarang penumpang menggunakan power bank untuk mengisi daya perangkat lain maupun mengisi ulang power bank selama penerbangan.

Mulai 7 April 2025, maskapai ini juga melarang penyimpanan power bank di kompartemen bagasi atas. Kebijakan tersebut mengikuti ketentuan keselamatan penerbangan yang diumumkan otoritas Hong Kong.

7. Emirates

Emirates memberlakukan larangan penggunaan dan pengisian daya power bank di pesawat mulai 1 Oktober 2025. Penumpang masih diperbolehkan membawa satu power bank dengan kapasitas maksimal 100 Wh, asalkan rating kapasitasnya terlihat jelas.

Power bank harus disimpan di bagasi kabin, bukan bagasi terdaftar. Perangkat juga tidak boleh ditempatkan di kompartemen bagasi atas, melainkan di kantong kursi atau tas di bawah kursi di depan penumpang.

Periksa Aturan Sebelum Berangkat

Ketentuan power bank tidak selalu seragam. Sebelum terbang, penumpang sebaiknya memeriksa batas kapasitas, jumlah perangkat yang diizinkan, aturan penyimpanan, dan larangan penggunaan selama penerbangan melalui situs resmi maskapai.

Perhatikan pula petunjuk awak kabin. Jika power bank terasa sangat panas, mengeluarkan asap, atau menunjukkan tanda kerusakan, jangan mengabaikannya dan segera beri tahu awak kabin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|